Dalam rangka mengurangi resiko kehilangan akses pendidikan bagi anak-anak korban terdampak bencana yang mengalami musibah sehingga harus tinggal dipengungsian dan beraktivitas dengan segala keterbatasan. Direktorat Pembinaan SD tengah mengembangkan Modul Pembelajaran Mandiri, harapannya modul ini dapat dipergunakan anak-anak agar mereka dapat melaksanakan aktivitas pembelajaran meski tidak berada di ruang kelas dan minim pendampingan. Setelah pada tahun 2018 draft modul disusun, tahun ini proses pengembangan modul akan memasuki tahap selanjutnya, dan sebagai langkah awal, untuk mendapat gambaran yang lebih utuh mengenai modul yang akan dikembangkan, baru-baru ini Direktorat Pembinaan SD mendukung dan ikut berpartisipasi pada workshop pembelajaran dalam kondisi bencana yang digagas oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik - mitra Save the Children, juga didukung oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Pusat Teknologi Telekomunikasi (Pustekkom), Lembaga Penjaminan Mutu Sulawesi Tengah, Lembaga Penjaminan Mutu Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Produk yang dihasilkan dalam workshop ini meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang terintegrasi materi kesiapsiagaan bencana, dukungan psikososial, dan Perilaku Hidup Bersih Sehat yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh peserta didik pada tahap sebelum, saat, dan sesudah bencana. Produk yang dilengkapi dengan bahan ajar ini diharapkan menambah referensi dalam pengembangan modul pembelajaran mandiri, dan melengkapi kebutuhan dalam penyediaan pembelajaran yang berkualitas dalam kondisi darurat. #SekolahDasar #CerdasBerkarakter #SekolahDasarBerkolaborasi