Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan program Kampus Mengajar Perintis yang merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Program Kampus Mengajar Perintis ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi Sekolah Dasar yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiwa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu para Guru dan Kepala Sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

”Manfaat dari program ini adalah pembimbingan belajar bagi para murid SD, dan sekaligus pemberdayaan mahasiswa untuk membantu kegiatan sekolah,” kata Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada kegiatan Koordinasi Program Kampus Mengajar Perintis 2020 Tingkat Kabupaten/Kota melalui video conference, Jumat, 25 September 2020.

Kegiatan koordinasi yang dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud, serta 324 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sri Wahyuningsih mejelaskan, pembelajaran jarak jauh di sekolah sangat terkendala permasalahan logistik, dan ada risiko hilangnya proses pembelajaran yang efektif. Dengan kehadiran mahasiswa di sekolah, diharapkan dapat membantu pembelajaran di luar kelas yang sederhana dan menggunakan contoh sehari-hari. Siswa SD juga mendapat kesempatan berinteraksi dan terinspirasi oleh mahasiswa pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dari sisi mahasiswa, pembelajaran jarak jauh menyebabkan mereka kurang mendapat kesempatan mengasah kemampuan interpersonal dan kepemimpinan. Dengan ikut kegiatan Kampus Mengajar Perintis, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan karakter, serta mendapat pengalaman mengajar.

Program ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Direktorat Sekolah Dasar dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbud, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. ”Mari kita terus bekerja sama untuk memberikan hak pendidikan kepada anak-anak meski di tengah pandemi Covid-19,” kata Sri Wahyuningsih.

Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud mengatakan, kegiatan dalam Kampus Mengajar Perintis adalah mahasiswa membantu guru dalam pelaksanaan mengajar dari rumah atau tatap muka di sekolah, khususnya dalam pembelajaran literasi dan numerasi. Membantu adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran daring dan luring serta mendukung Kepala Sekolah dalam bidang administrasi manajerial sekolah.

”Mahasiswa juga tidak dilepas begitu saja, tapi juga akan dibimbing oleh dosen pembimbing dalam pelaksanaan kegiatan. Kemudian berbagi hasil refleksi dan metode ajar kepada mahasiswa lain dalam kelas Kampus Mengajar Perintis,” ujarnya. (Hendri)