Jakarta, 27 April 2024 — Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril, mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan ikut serta menyukseskan program prioritas Merdeka Belajar terkait transformasi digital di satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan seri webinar Transformasi Digital untuk Pembelajaran dengan akun belajar.id di Jakarta, Kamis (25/4).

Ia mengatakan seluruh ekosistem pendidikan harus ambil bagian dalam menyukseskan agenda transformasi digital dan terlibat secara aktif, saling berbagi pengalaman, dan bertukar ide. “Kesempatan ini harus dijadikan sebagai wadah untuk belajar bersama, saling menginspirasi satu sama lain, dan merancang langkah-langkah konkrit untuk menerapkan transformasi digital pada satuan pendidikan kita,” ujar Iwan.

Dikatakan Iwan, proses transformasi yang sedang dilakukan Kemendikbudristek perlu dukungan dari banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat sampai ekosistem pendidikan di daerah harus saling mendukung dan berkolaborasi demi mendorong implementasi program-program strategis Kemendikbudristek sampai ke tingkat akar rumput.

“Jalan transformasi ini tidak akan mudah, dan hanya ada satu cara yang memungkinkan transformasi ini terjadi, yaitu semangat gotong royong untuk menciptakan ekosistem perubahan,” tegas Iwan.

Iwan juga menegaskan bahwa Kemendikbudristek terus berkomitmen mendorong terjadinya proses digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan. Sejak tahun 2020 Kemendikbudristek telah menyediakan fasilitas TIK dan akun belajar.id untuk guru dan peserta didik. Melalui bantuan TIK dan akun belajar.id, guru dan peserta didik dapat mengakses berbagai platform untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas. Sehingga diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang lebih efektif, kolaboratif, menyenangkan, dan sesuai dengan perubahan zaman.

Keberlanjutan Pemanfaatan TIK

Seri webinar Transformasi Digital untuk Pembelajaran dengan akun belajar.id yang diikuti Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, BB/BPMP juga BB/BGP, serta satuan pendidikan di seluruh Indonesia tersebut secara garis besar membahas persoalan bagaimana merancang strategi keberlanjutan pemanfaatan program TIK yang sudah dijalankan oleh Kemendikbudrsitek. Webinar ini turut menghadirkan pembicara Muhammad Adning dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Neneng Putri dari Sahabat Teknologi SMP Negeri Astambul, dan Ahmad Fikri Zulfikar dari Google Indonesia.

Muhammad Adning dari Pusdatin Kemendikbudristek mengungkapkan bahwa salah satu kemajuan pemanfaatan TIK dalam ekosistem pendidikan Indonesia salah satunya dapat dilihat dalam penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Menurutnya platform PMM terus tumbuh dan berkembang secara masif. Tercatat PMM telah diakses lebih dari 3,4 juta pengguna dan ada 717.000 bukti karya guru dan siswa telah terunggah. Selanjutnya, ada 2,5 juta pendidik yang telah menyelesaikan topik pelatihan mandiri dan 1 juta perangkat ajar yang telah diunduh oleh pengguna. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ekosistem pendidikan Indonesia potensial dalam pemanfaatan TIK di masa mendatang.

Adning juga mengungkapakan transformasi digital akan terus dilakukan oleh Kemendikbudristek mengingat tantangan pendidikan di masa mendatang membutuhkan bantuan teknologi digital sebagai salah satu jawaban.

“Transformasi digital dalam ekosistem pendidikan nasional akan terus dilakukan oleh Kemendikbudristek karena pendidikan di era digital harus memanfaatkan beragam platform digital guna menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” ujar Adning.

Sahabat Teknologi SMP Negeri Astambul, Neneng Putri Sari Ramadhan, dalam presentasinya yang berjudul “Meningkatkan Kreatifitas dan Inovasi Pembelajaran dengan Akun Belajar.id, Chromebook, dan Google Workspace for Education” menjelaskan TIK sangat membantu dalam menghadirkan pembelajaran menyenangkan bagi murid. Ia menjelaskan dengan memiliki akun belajar.id, ekosistem pendidikan bisa menikmati berbagai manfaat termasuk kemudahan dan keefektifan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,  mulai dari konferensi video, dokumen daring, pengarsipan kelas, dan lain-lain.

“Selain itu, dengan memilik akun belajar.id, kita juga dapat mengakses berbagai platform Kemendikbudristek hanya dengan satu akun. Menyimpan data secara daring dengan lebih aman. Termasuk mengakses dan menggunakan Chromebook, juga dapat menerima informasi resmi langsung dari Kemendikbudristek,” terangnya.

Ditegaskan Neneng, akun belajar.id yang merupakan program pemerintah dalam menyediakan akses gratis ke berbagai layanan pembelajaran online bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di Indonesia ini harus dimaksimalkan penggunaanya. Akun yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai platform edukasi, seperti Google Classroom, Google Meet, dan Google Drive akan dapat membantu guru untuk mencari informasi terkait pembelajaran termasuk untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi murid. (PDM07, Eko / Editor: Laili / Azis)





Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar


Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 128/sipers/A6/IV/2024