Memberikan kenyaman serta rasa aman dengan memperhatikan kesehatan para pegawai merupakan sebuah keharusan bagi setiap perusahaan ataupun instansi pemerintah.

Mengingat hal tersebut, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda akan berlalu, Direktorat Sekolah Dasar (SD), Direktorat Jendral PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara berkala melaksanakan tes swab kepada seluruh pegawai untuk memantau kesehatan mereka.

“Memang tes swab di Direktorat SD ini merupakan bagian dari pembinaan pegawai, bagian dari sejauh mana kita menjaga kesehatan kawan-kawan,” kata Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd, yang ditemui di kantornya pada Jumat, 18 September 2020.

Seperti diketahui, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud melakukan tes swab terhadap seluruh pegawai, baik yang berstatus PNS maupun yang non-PNS. Tes swab dilakukan selama dua hari, yaitu Kamis dan Jumat, 17-18 September 2020 di Gedung E Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Sri Wahyuningsih memaparkan, selain melakukan tes swab, Direktorat SD juga memberlakukan pembagian cara bekerja pada setiap pegawai seperti yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, yaitu work from home (WFH) dan work in office. Akan tetapi pembagian ini dilakukan dengan membagi prioritas.

“Cara kerja memang sudah kita lakukan sesuai dengan aturan dimana kita harus ada WFH dan ada yang bekerja di kantor. Namun sekali lagi tugas kami di Direktorat Sekolah Dasar ini banyak, maka kita membagi prioritas. Usia 45 tahun ke bawah memang kita utamakan kerja di kantor, tapi tidak menutip kemungkinan usia 45 tahun pun kalau dia komorbit atau punya penyakit penyerta memang tidak kita rekomendasi ke kantor,” paparnya.

Sri Wahyuningsih menambahkan, untuk usia di atas 45 tahun kalau memang dia sehat dan tidak komorbit atau tidak memiliki penyakit bawaan, serta memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, boleh masuk kantor tetapi tetap harus menggunakan protokol kesehatan.

“Yang work in office tetap harus menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin, menjaga kesehatan diri yang utama dan kalau merasakan gejala-gejala pusing, demam, flu dan sebagainya saya tidak merekomendasi mereka masuk kerja,” katanya.

Direktur Sekolah Dasar ini pun berharap dengan serangakain cara yang dilakukan oleh Direktorat SD seperti melakukan tes swab secara berkala, rutin melakukan penyemprotan disinfektan terhadap ruangan dan lingkungan bekerja dua kali dalam seminggu, dapat menjadi satu pemenuhan hak karyawan untuk terlindungi kesehatannya.

“Selain itu bagian tata usaha juga memberikan bantuan fasilitas berupa masker, vitamin, hand sanitizer yang diberikan kepada kawan-kawan. Mudah-mudahan kami juga bisa tetap konsisten melaksanakan itu, khususnya di masa pandemi Covid-19 sehingga kawan-kawan tetap optimal bekerja, yang harus bekerja di kantor dengan segala ritme, dengan segala tuntutan, capaian yang harus kita lakukan di masa pandemi ini yang tentunya menjadi tidak mudah,” katanya.

Dia yakin kekhawatiran secara individu dan kekhawatiran keluarga yang ditinggal di rumah juga cukup tinggi, apalagi sekarang sudah terjadi lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jakarta.

”Ini mewajibkan kita untuk terus berhati-hati lagi, menjaga protokol kesehatan. Protokol kesehatan itu manfaatnya tidak untuk kita sendiri tapi yang lebih utama adalah mencegah semaksimal mungkin terjadinya penularan virus corona di lingkungan kita berada,” katanya. (Hendri/Kumi)