Sebagai upaya mewujudkan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk Indonesia emas 2045, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan Kabupaten Natuna sudah mengalokasikan dana APBD lebih dari 20% khusus untuk pendidikan di daerah Natuna.

“Sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kami berkomitmen memprioritaskan peningkatan SDM agar masyarakat di Kabupaten Natuna ini bisa meningkat kualitas pendidikannya. Kami bahkan mengalokasikan dana APBD lebih dari 20% untuk Pendidikan,” papar Drs. H. Abdul Hamid Rizal. M.Si., Bupati Natuna.

Hamid Rizal melanjutkan, banyak strategi yang dilakukan oleh Pemkab Natuna untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Diantaranya dengan mengikuti perkembangan zaman yaitu melakukan literasi digital, meskipun Kabupaten Natuna berada di perbatasan di Kepulauan Riau. Oleh karena ia berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat meningkatkan sarana prasarana yang menunjang perkembangan teknologi digital di Kabupaten Natuna.

“Kita sudah sesuaikan pembelajaran dengan kemajuan teknologi. Untuk itu kita sudah berusaha semaksimal mungkin berkoordinasi dengan pihak Kominfo agar sinyal dan BTS di Kabupaten Natuna diperbanyak. Sehingga ke depan satuan pendidikan dalam melaksanakan Asesmen Nasional melalui online dapat terlaksana dengan semestinya,” ujar Bupati pertama di Natuna ini.

Di era pandemi Covid-19 saat ini, dimana satuan pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh secara daring, literasi digital sangat bermanfaat. Akan tetapi pemahaman terhadap teknologi digital saja tidak cukup tanpa ada sarana prasarana yang mendukung.

Oleh karena itu, Kabupaten Natuna menjadi salah satu pilot project tahun 2019 untuk launching digitalisasi sekolah. Kabupaten Natuna mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupa seperangkat gadget tablet yang diberikan kepada sekolah-sekolah. Bantuan seperangkat alat digital tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa dan guru.

“Bantuan itu sangat membantu sekali untuk wilayah Kabupaten Natuna. Karena tablet itu bisa dibawa kemana-mana sehingga guru-guru kita kalau tidak dapat sinyal di tempatnya bisa ke tempat yang ada sinyalnya. Sehingga membantu para guru untuk menyampaikan materi bagi peserta didiknya,” ujar Hamid Riza.

Selain memanfaatkan teknologi digital di satuan pendidikan Kabupaten Natuna, Hamid Riza menuturkan pihaknya juga melaksanakan pengembangan kebudayaan seperti tarian tradisional, makanan khas daerah Natuna, pementasan opera khas Kabupaten Natuna yang bernama Mendu, hingga literasi penggunaan baju adat khas Natuna yang wajib digunakan pada setiap perayaan besar di satuan pendidikan termasuk di Sekolah Dasar.

“Kami telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anak-anak mulai dari sekolah dasar yaitu mengenai tarian melayu asli daerah kami. Mewajibkan kepada anak-anak untuk menggunakan pakaian melayu daerah pada hari-hari tertentu. Sehingga mereka tahu pakaian asli daerahnya itu yang mana,” ujarnya.

Semenara itu untuk mengenalkan makanan khas daeran Natuna bernama Radu, campuran sagu dengan ikan, dikembangkan melalui PKK. Dekranasda pun menganjurkan kepada masyarakat yang berada di daerah dan di kampung-kampung agar dapat membuat makanan khas tersebut.

“Nantinya makanan khas itu kita pasarkan baik untuk dalam negeri maupun untuk luar negeri. Karena biasanya kalau ada wisatawan-wisatawan yang datang selalu menanyakan makanan khas Natuna,” papar Hamid Riza penuh optimis.

Ia berharap antara pemerintah pusat dengan daerah khususnya Kabupaten Natuna dapat bersinergi untuk membantu mewujudkan kualitas pendidikan di Kabupaten Natuna, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk melahirkan SDM unggul pun dapat terwujud.

“Harapan saya sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten bisa menyatu. Sehingga apa yang dicita-citakan oleh kita semua untuk mewujudkan SDM unggul bisa terwujud dengan baik,” kata Hamid Riza. (Kumi/Hendri)