Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), berkomitmen penuh untuk menciptakan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemendikbudristek didukung dengan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di 34 Provinsi se-Indonesia.

UPT di lingkungan Kemendikbudristek memiliki peran penting dalam mengimplementasikan Kebijakan Merdeka Belajar di daerah kerjanyanya masing-masing. Peran dan tugas UPT saling bertaut sehingga memerlukan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi dari lintas utama maupun UPT di lingkungan Kemendikbudristek agar dapat memimpin implementasi program-program prioritas Merdeka Belajar terutama kepada semua pemangku kebijakan di pemerintah daerah.

Dalam rangka mendorong transformasi UPT di lingkungan unit utama Kemendikbudristek, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen) menyelenggarakan kegiatan Leadership Development Program (LDP) bagi para Kepala UPT di lingkungan Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Ditjen GTK dan Ditjen Pendidikan Vokasi.

Kegiatan LDP ini berlangsung selama 4 hari mulai Senin 12 Desember hingga Kamis 15 Desember 2022 di Jakarta. Peserta terdiri dari 34 Kepala BBPMP/BPMP, 33 BBGP/BGP, 7 BBPPMPV.

Dalam kegiatan ini juga hadir Mendikbudristek, Nadiem Makarim sebagai narasumber dalam sesi diskusi yang dikemas secara santai dan intim yang dimoderatori oleh, Dirjen PAUD, Dikdas,dan Dikmen, Iwan Syahril.

Untuk membuka perbincangan Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen menyampaikan bahwa Mendikbudristek hadir untuk berbagi pengalaman sebagai pemimpin.

“Untuk menjadi pemimpin perubahan di masing-masing provinsi, kita perlu mendapatkan pengalaman dari Mendikbudristek sebagai pemimpin”. Ujarnya.

Mendikbudristek menjawab beberapa pertanyaan antara lain terkait apa itu kepemimpinan. Menurutnya, ada 3 poin penting terkait kepemimpinan. Pertama kepemimpinan yang sejati itu sangat painful.

Leadership itu tidak sekedar memimpin orang, pengalaman saya mayoritas pembelajaran saya dari bermula dari krisis. Jika kita tertantang dan kesusahan kita baru sadar disitulah kita berkembang. Kepemimpinan yang sejati itu sangat painfull, tidak ada kepemimpinan yang dapat membawa perubahan, tanpa pemimpinnya kesakitan” tandasnya.

Kedua Mendikbudristek menyampaikan bahwa kepemimpinan tanggung jawabnya adalah perubahan.

Leadership is change, kita harus membawa perubahan, dan harus perubahan yang positif untuk masa depan”, Mendikbudristek menjelaskan.

Yang ketiga pemimpin harus berani mengambil resiko.

“Jika ingin mencapai perubahan, kita harus siap gagal. Kepemimpinan adalah kemampuan mengambil resiko, menerima kegagalan tapi masih maju tak gentar dengan adanya kemungkinan akan gagal, namun kita harus percaya bahwa akan ada keberhasilan”, Ujar Mendikbudristek.

Selanjutnya Ketika Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen menanyakan siapa sosok yang menginspirasi Mendikbudristek dalam menjadi pemimpin. Beliau menjelaskan bahwa Ki Hajar Dewantara adalah sosok yang menginspirasinya.

“Yang mengispirasi gerakan Merdeka Belajar adalah Ki Hajar Dewantara. Kata itu dari beliau. Selain itu sosok yang menginspirasi di karir saya adalah orang-orang yang bekerja di saya (bawahan) yang dapat memberikan input terkait staregi pendidikan. Saya berproses bersama mereka dimana mereka dapat memprotes ,mengritik, berdebat secara terbuka dengan saya, mereka adalah asset, tim saya adalah mentor saya” kata Mendikbudristek.

Kegiatan ini memiliki manfaat yang besar bagi UPT, salah satunya disampaikan oleh Kepala BPMP Papua. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan memberikan dampak positif bagi para pemimpin UPT.

“Kegiatan yang sangat menarik, sangat bermanfaat, kita dibekali menjadi pemimpin yang baik”, Ujar Kepala BPMP Papua.

Sumber : Setditjen Pauddikdasmen Kemendikbudristek