Dalam kondisi khusus seperti pada masa pandemi Covid-19, proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan normal seperti biasanya. Atas permasalahan yang muncul, diperlukan adanya adaptasi dan relaksasi sehingga proses pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan baik.

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, disebutkan bahwa tujuan pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi Satuan Pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran Peserta Didik.

Oleh sebab itu, Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar), Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Modul Literasi dan Numerasi dengan melibatkan ahli di bidang Pendidikan, khususnya literasi dan numerasi sebagai alternatif yang dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran pada kondisi khusus ini.

Modul tersebut disusun melalui proses analisis dan pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 dan kemudian menghasilkan jabaran kompetensi yang lebih sederhana, berorientasi pada kompetensi prasyarat untuk keberlanjutan belajar dan kompetensi inti untuk kecakapan hidup.

Modul ini dikembangkan untuk digunakan oleh siswa, orang tua dan guru di jenjang SD dalam memfasilitasi pembelajaran siswa dalam masa pandemi Covid-19 atau kondisi khusus lainnya. Modul ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan perangkat ajar lain dalam upaya memfasiliatsi siswa untuk belajar dalam kondisi khusus.

Menyikapi kebijakan tentang pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus, Direktorat Sekolah Dasar menginisiasi perlunya upaya untuk mensosialisasikan penggunaan modul tersebut ke seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya jenjang sekolah dasar agar dapat diimplementasikan sebagai salah satu solusi atas permasalahan pembelajaran.

Upaya tersebut dituangkan dalam kegiatan secara online pada webinar melalui Cisco Webex Meeting dan Live Streaming YouTube yang bertajuk “Sosialisasi Modul Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar”. Acara sosialisasi ini dilaksanakan dalam 4 (empat) region. Regional 1 dilaksanakan pada tanggal 18 September 2020 untuk wilayah Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Lampung, Provinsi Kepulauan Riau.

Regional 2 dilaksanakan pada tanggal 19 September 2020 untuk wilayah Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Jawa Timur. Regional 3 dilaksanakan pada tanggal 25 September 2020 untuk wilayah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Utara.

Regional 4 dilaksanakan pada tanggal 26 September 2020 untuk wilayah Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat.

Dalam webinar tersebut disajikan informasi tentang implementasi Kebijakan Kurikulum dalam Kondisi Khusus, Kebijakan Modul Literasi dan Numerasi, Strategi Implementasi Modul Literasi dan Numerasi, dan Praktik Baik Implementasi Modul Literasi dan Numerasi yang telah dilakukan oleh guru.

Sosialisasi ini memberikan penguatan dan inspirasi kepada guru dan atau sekolah untuk dapat mengimplementasikan modul literasi dan numerasi tersebut di daerahnya dengan melakukan adaptasi dan relaksasi sesuai dengan kondisi yang ada. Seluruh guru dan atau sekolah dapat memperoleh modul tersebut melalui laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/tingkat-sd-modul-belajar-literasi-numerisasi/. (Ine Rahmawati)