Sinergi Direktorat SD dan Huawei Kembangkan Talenta Digital Masa Depan

Literasi dan inklusi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaksanaan konsep Merdeka Belajar. Saat ini, pada jenjang sekolah dasar masih cukup tinggi persentase sekolah yang harus disiapkan untuk bertransformasi ke digital.

“Ragam kendala di dunia pendidikan tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tapi juga di sekolah yang berada di perkotaan,” kata Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd dalam acara Huawei Ramadan Virtual Media Briefing “I Do Care” yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis, 14 April 2022.

Berdasarkan data satuan pendidikan yang mengisi verval TIK, sekolah dasar yang memiliki infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, jaringan listrik serta jaringan internet yang memadai masih terbatas jumlahnya.

Masih banyak sekolah dasar yang memerlukan perangkat TIK dan jaringan internet demi mendukung digitalisasi sekolah. Jumlah sekolah dasar di Provinsi Papua bahkan paling banyak yang masih membutuhkan intervensi akses internet.

Sinergi Direktorat SD dan Huawei Kembangkan Talenta Digital Masa Depan

Namun di sisi lain, Kemendikbudristek telah meluncurkan berbagai platform pendidikan, diantaranya platform Merdeka Mengajar dan platform Rapor Pendidikan Indonesia. Sementara belum semua satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat mengoptimalkan platform yang disediakan, termasuk dalam penggunaan akun belajar.id. Hal ini dikarenakan keterbatasan infrastruktur TIK dan kemampuan SDM dalam mengoperasikan TIK.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Sri Wahyuningsih sangat mengapresiasi Huawei yang sudah memberikan hibah untuk 5 sekolah di Papua dan 30 panti asuhan di Indonesia, termasuk di daerah terpencil sebagai bagian dari rangkaian kampanye “Huawei I Do Collaborate, I Do Create dan I Do Contribute” di Indonesia.

“Ini merupakan wujud kontribusi Huawei dan tanggung jawab Huawei kepada dunia pendidikan yang merupakan semangat serentak bergerak untuk mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia.” ujar Direktur Sekolah Dasar.

Ir. Agustina Erni, M.Sc., Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak menyatakan, anak Indonesia menempati sepertiga komposisi dari seluruh penduduk indonesia dan menjadi kunci kesuksesan dari keberhasilan bangsa Indonesia di masa depan. Sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Sinergi Direktorat SD dan Huawei Kembangkan Talenta Digital Masa Depan

“Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tidak hanya guru sebagai pendidik, namun juga seluruh sektor seperti orang tua, pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media, dan masyarakat umum lainnya.  Kami sangat mengapresiasi komitmen Huawei dalam rangka meningkatkan konektivitas dan inklusivitas untuk mendukung arahan Presiden dalam rangka membangun Indonesia dari wilayah timur. Semoga dengan adanya dukungan perangkat teknologi dan akses internet untuk SD di Sorong dan Biak dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan dan terpencil. Kami berharap upaya dan dukungan yang dilakukan oleh Huawei dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain khususnya dalam upaya pemenuhan hak anak,” imbuh Agustina.

Di kesempatan yang sama, Wang Bin, Vice President, Management Transformation Huawei Indonesia mengatakan, Huawei CSR Ramadan hari ini sebagai bagian dari pengembangan talenta digital, menjembatani sekolah-sekolah di Papua dengan dunia digital menjadi hal yang secara khusus sangat ditekankan.

“Kami percaya anak-anak, terutama yang berada di pedesaan, berhak mendapatkan hak yang sama, untuk menikmati konektivitas dan pendidikan. Tak dapat dimungkiri, talenta digital memang menjadi dasar dari transformasi digital. Oleh karena itu, kami berharap anak-anak akan dibekali dengan sarana untuk mengakses internet dan meningkatkan literasi digital,” ujarnya.

Sinergi Direktorat SD dan Huawei Kembangkan Talenta Digital Masa Depan

Ia melanjutkan transformasi digital ibarat angin yang membawa maju untuk berlayar ke timur. Pihaknya sadar bahwa infrastruktur teknologi dan konektivitas jaringan sangat dibutuhkan di Papua. “Selain itu, ini akan memampukannya untuk berdaya saing seperti halnya seluruh wilayah di Indonesia,” tandasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Huawei juga menggelar acara CSR untuk panti asuhan di 14 kota di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen “I Do” Huawei untuk memberikan kembali kepada komunitas dimana Huawei beroperasi. “I Do” berasal dari kata, “Indonesia,” untuk menyoroti bahwa Huawei telah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari 22 tahun.

Huawei ada di Indonesia dan untuk Indonesia, dan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dan tanggung jawab sosial korporasi bagi masyarakat Indonesia dalam rangka mengembangkan talenta digital. Sebelum tahun 2025, Huawei berkomitmen untuk membina 100 ribu talenta digital di Indonesia.

Mohamad Rosidi, Director of ICT Strategies and Business Huawei Indonesia menambahkan, melalui Huawei “I Do Care” untuk Indonesia, visi dan misi dari semua perspektif seperti teknologi, pengetahuan, pengembangan talenta digital, merupakan tanggung jawab sosial  perusahaan.

“Huawei I Do Care untuk Indonesia, program/inisiatif dan merupakan program kolaborasi multiple-helix dengan pemerintah, akademisi,  industri, komunitas, media. Program-program yang telah mendukung misi pemerintah untuk  meningkatkan inklusi teknologi digital dalam rangka percepatan  transformasi digital di semua sektor dan segmentasi,” tuturnya.

Oleh karena itu keterlibatan Huawei dalam memperluas jaringan 4G LTE di daerah  pedesaan mendemokratisasi konektivitas broadband, memungkinkan ekosistem pendidikan bahkan di daerah terluar untuk beradaptasi dengan disrupsi digital.

“Hibah Huawei ke 5 sekolah di Papua merupakan komitmen Huawei untuk  mendemokratisasikan teknologi digital dan meningkatkan literasi  teknologi digital di daerah terluar,” pungkasnya. (Hendriyanto)