Kunjungan Kerja Polewali Mandar

Seiring dengan kebijakan transformasi pendidikan melalui Merdeka Belajar, guru-guru di Kabupaten Polewali Mandar sangat antusias untuk senantiasa melakukan perubahan dan kebaruan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Masri Masdar, S.Sos, M.Si saat mendampingi kunjungan Direktur Sekolah Dasar, Dr. Muhammad Hasbi di SD 030 Tapango Kecamatan Tapango. Kunjungan ke SD 030 Tapango merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Pimpinan Kemendikbudristek ke Kabupaten Polewali Mandar.

Kunjungan kerja ini secara khusus dilaksanakan untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri pada satuan pendidikan di awal tahun ajaran 2022/2023. Selain itu juga dalam rangka silaturahmi dan sekaligus memperkuat sinergi Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah.

Kunjungan Kerja Polewali Mandar

Kedatangan Direktur Sekolah Dasar disambut oleh drum band yang dimainkan oleh peserta didik dari SDN 030 Tapango. Sebelum memulai audiensi dengan kepala sekolah dan guru di Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Muhammad Hasbi memantau pelaksanaan pembelajaran di kelas 1 dan 4 sambil berbincang-bincang dengan guru yang sedang mengajar di dalam kelas.

Guru kelas 1, Masriani mengatakan bahwa dirinya dan guru lain selalu mengadakan pertemuan rutin sebulan sekali dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk bertukar informasi dan pengetahuan. Terkait Kurikulum Merdeka, menurutnya Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan kemampuan anak dan menjadikan guru lebih merdeka dalam melakukan pembelajaran.

Terkait platform Merdeka Mengajar, Ismail, guru kelas 4 mengatakan dirinya tidak mengalami kendala membuka platform pembelajaran tersebut. Ismail sering mengakses platform Merdeka Mengajar untuk mendapatkan video pembelajaran. Di dalam kelas mereka sedang membahas pola permainan tradisional engklek dan guru membuat pola engklek di dalam kelas yang terbuat dari kertas berwarna-warni dan bisa dimainkan oleh siswa.

Dalam perbincangan dengan para guru, Dr. Muhammad Hasbi berpesan agar mereka saling bertemu dengan guru-guru lain untuk saling belajar dan bertukar pikir. Selain itu mereka juga diminta untuk meningkatkan kapasitas dengan aktif menggunakan platform Merdeka Mengajar dan mengikuti webinar resmi yang diadakan oleh Kemdikbudristek.

Setelah berkunjung ke kelas, Direktur Sekolah Dasar dan tim menuju aula sekolah untuk melakukan komunikasi dengan kepala sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka, guru penggerak, dan pengawas dari beberapa sekolah di Kabupaten Polewali Mandar. Dalam kesempatan ini juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Polewali Mandar dan jajarannya,  Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Sulawesi Barat, Kasubbag Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, Camat Tapango dan Kepala Desa Tapango. Acara di aula dibuka dengan tarian yang dibawakan oleh siswa kelas 1.

Kepala Sekolah SDN 030 Tapango, M. Nur Hidayah, S.Pd, M.Pd memulai acara dengan memberi sambutan. Ia menceritakan proses untuk mendaftarkan sekolahnya pada program implementasi Kurikulum Merdeka. Berdasarkan survei pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka yang diisi, SDN 030 Tapango disarankan memilih opsi mandiri berubah. Akan tetapi setelah melalui beberapa pertimbangan, mereka memutuskan memilih mandiri belajar.

Untuk pengembangan kemampuan guru SD Negeri 030 Tapango dalam proses belajar mengajar, setiap akhir pekan para guru melakukan evaluasi bersama KKG sekolah yang terdiri dari guru-guru di sekolah mereka. Sementara setiap bulan mereka melakukan  pertemuan dengan KKG Kabupaten Polewali Mandar.

Kunjungan Kerja Polewali Mandar

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Andi Masri Masdar, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemendikbudristek, dimana Kabupaten Polewali Mandar mendapat kesempatan untuk mengikuti Program Sekolah Penggerak pada angkatan kedua, dan memulai melaksanakan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kemampuan sekolah.

Pada tahun 2022/2023 sebanyak 14 sekolah dari Kabupaten Polewali Mandar lolos untuk menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak, terdiri dari 4 PAUD/TK, 5 Sekolah Dasar dan 5 Sekolah Menengah Pertama. Sementara itu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri, sekolah-sekolah di Kabupaten Polewali Mandar telah terdaftar sebagai pelaksana dengan pilihan pada jalur mandiri belajar dan mandiri berubah.

Secara umum sekolah-sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka secara mandiri di Kabupaten Polewali Mandar telah berusaha secara maksimal untuk dapat melakukan proses belajar secara mandiri melalui Platform Merdeka Mengajar. Namun demikian, di beberapa sekolah masih ditemui tantangan dan kendala antara lain berkaitan dengan tiga hal, yaitu kemampuan SDM guru, ketersediaan sarana TIK yang terbatas dan kesulitan akses jaringan internet.

Namun demikian, melalui komunitas-komunitas belajar yang sudah dibentuk, yaitu KKG tingkat sekolah, KKG tingkat gugus, dan juga Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), guru dan Kepala Sekolah terus berusaha dengan antusias untuk dapat melaksanakan proses belajar mandiri  Kurikulum Merdeka ini dengan berbagai cara dan strategi. Dalam kaitannya dengan belajar secara daring (dalam jaringan), tantangan yang dihadapi sebagian sekolah dan guru adalah sebelum melaksanakan proses belajar daring, mereka terlebih dahulu harus melakukan “nyaring” (nyari jaringan). 

Terhadap permasalahan kemampuan SDM guru dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar, sejauh ini kondisi ini terbantu oleh adanya para Guru Penggerak. Saat ini, Kabupaten Polewali Mandar memiliki sebanyak 66 Guru Penggerak dari jenjang TK, SD dan SMP. Para guru penggerak secara sukarela membantu sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka melalui kegiatan “Guling” (Guru Penggerak Keliling). Selain itu kondisi ini juga terbantu dengan adanya fasilitasi dan pembimbingan yang dilakukan oleh UPT Kemendikbudristek yaitu BPMP Sulawesi Barat dan BGP Sulawesi Barat. (*)