Siswa Sedang Belajar

Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan aman. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, anak mengalami hal yang tidak diinginkan seperti bullying/ perundungan. 

Bullying atau perundungan merupakan sebuah tindakan yang tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, maupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan maupun kelompok.

Perundungan ini biasanya dilakukan pada anak yang dianggap lebih lemah seperti teman atau kakak kelas yang sering meminta uang atau barang secara paksa.

Menurut data Pisa pada tahun 2018, sebanyak 41% pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan. Perundungan ini dapat terjadi di mana saja seperti di rumah, di tempat umum, sekolah maupun di dunia maya. 

Perundungan di dunia maya biasa kita kenal dengan istilah cyber bullying. Cyber bullying ini biasanya berupa ujaran kebencian atau komentar negatif yang dilakukan secara terang-terangan melalui kolom komentar atau status atau bisa juga melalui pesan pribadi.

 

Dampak Perundungan

Perundungan dapat memberi dampak negatif baik pada fisik maupun psikis korban. Apabila korban mengalami kekerasan fisik maka tanda-tandanya dapat dikenali melalui kesakitan fisik seperti luka, memar dan lebam. Namun, seringkali perundungan juga meninggalkan kesakitan psikologis yang seringkali luput terdeteksi apabila anak tidak terbuka. 

Salah satu dampak dari perundungan adalah terganggunya kesehatan mental korban baik sekarang maupun di masa yang akan datang. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada sebanyak 692 partisipan dari Inggris, Irlandia, Perancis dan Jerman, menunjukkan bahwa perundungan kronis menyebabkan mengecilnya volume otak bagian Caudate dan Putamen. pengecilan volume otak ini pula yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan (anxiety) saat korban tumbuh dewasa. 

Kondisi tersebut dapat menyebabkan sulitnya berkonsentrasi yang disertai penurunan produktivitas dan prestasi anak. Selain itu perundungan juga berpotensi memberi dampak negatif bagi anak di masa depan.

Yuk bapak/ibu guru dan wali murid, mari kita lebih perhatian dan mengenali kondisi anak. Apabila menemui indikasi terjadi perundungan segera laporkan pada pihak sekolah. 



Referensi

  1. Buku Saku Stop Bullying, Direktorat Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek, 2021, https://repositori.kemdikbud.go.id/22974/1/20210308%20Buku%20Saku-Stop%20Bullying-Spread%20Pages.pdf
  2. Peer victimization and its impact on adolescent brain development and psychopathology’ Burke Quinlan et al,  Molecular Psychiatry, DOI: 10.1038/s41380-018-0297-9, https://www.nature.com/articles/s41380-018-0297-9