​​​​​​

Direktorat SD sesuai tugas dan kewenangannya terus melakukan upaya pembinaan dan advokasi dalam upaya optimalisasi tata kelola satuan pendidikan sekolah dasar bagi pemangku kepentingan yang ada di daerah. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Penciptaan Lingkungan Belajar Yang Kondusif (P5LBK)  di Hotel Horison-Ciledug, Kepala Kelompok Kerja  Regulasi dan Tata Kelola Satuan Pendidikan Bapak Minhajul Ngabidin M.Si, Pejabat Fungsional Ahli Madya Direktorat SD melaporkan, upaya optimalisasi tata kelola tersebut, diarahkan untuk mampu mewujudkan keterlaksanaan kebijakan merdeka belajar, yaitu terwujudnya insan yang memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, Berkebhinekaan global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. 

 

Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Penciptaan Lingkungan Belajar Yang Kondusif (P5LBK) bertujuan memberikan penguatan kepada pembina pendidikan di daerah yang berasal dari unsur Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di Sekolah Dasar tingkat Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Penciptaan Lingkungan Belajar Yang Kondusif sebagai bagian dari upaya penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan sesuai dengan tugas, fungsi, dan perannya masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 metode, luring dan daring.

Peserta luring dilaksanakan di Hotel Horison Tangerang (6-9 Sept 2022) berjumlah 120 orang berasal dari 30 Kabupaten/Kota, dan peserta daring dilaksanakan secara zoom webinar pada tanggal 7-8 September 2022, diikuti oleh 484 kabupaten/kota se-Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 968 peserta. Peserta Bimtek masing-masing 2 orang/Kabupaten/Kota. 

 

 “Diharapkan, untuk mencapai atau agar kita dapat menyaksikan internalisasi profil pelajar Pancasila kepada peserta didik kita, maka ada preferensi yang harus dipenuhi sebelum ini terjadi.  Apa itu? Yaitu dengan dukungan lingkungan belajar yang kondusif. Karena dengan lingkungan yang kondusif, maka anak-anak bisa menginternalisasi karakter-karakter yang ada dalam profil pelajar Pancasila”, kata Direktur Sekolah Dasar, Dr. Muhammad Hasbi pada kegiatan bimbingan teknis Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Penciptaan Lingkungan Belajar Yang Kondusif (P5LBK), 6 September 2022.

Direktur Sekolah Dasar menjelaskan, ada ultimate goal, ada satu tujuan tunggal yang ingin dicapai, yaitu mewujudkan pelajar yang memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat. Pembelajar sepanjang hayat ini dicirikan oleh 2 hal yaitu memiliki kompetensi esensial yang unggul dan memiliki karakter yang mencerminkan kelokalan mereka sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

Kokurikuler di sekolah, menjadi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Di dalam struktur Kurikulum ada pembelajaran intrakurikuler, dan projek penguatan profil pelajar pancasila dihitung sebagai belajar utamanya oleh Guru dan Siswa. 

Fokus Pendidikan yang dibangun dari Kurikulum Merdeka adalah meningkatkan hasil belajar dalam hal akademik dan karakter. Karakter dan kompetensi-kompetensi tersebut yang dikolaborasi, dengan melihat pemikiran abad 21, pemikiran K.H Dewantara, dan Karakter, sehingga muncul 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, dan yang membedakan dengan negara luar yaitu adanya dimensi Beriman dan Bertaqwa pada Tuhan YME.

 

Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, fokusnya dalam rangka penguatan karakter dan tidak musti ada hasilnya atau produk, yang ada adalah karakter itu tumbuh dan bisa dibangun. Di dalam intrakurikuler dapat dilakukan bila diintegrasikan dengan mata pelajaran. Fokus pada penguatan karakter, (elemen dimensi profil pelajar pancasila),  yang intinya sama dengan kompetensi lulusan dan tidak harus dikaitkan dengan mata pelajaran, karena yang dibangun adalah karakter.