Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengapresiasi penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N) 2020 yang diselenggarakan secara daring di era pandemi Covid-19.

Adanya pandemi bukan berarti harus menghentikan Langkah, namun harus dijadikan sebuah tantangan bagi pemerintah, guru, siswa serta peran orang tua untuk tetap melakukan kreasi dan menggali potensi anak-anak negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A., Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada sambutannya melalui daring untuk meresmikan pembukaan FLS2N 2020 yang diselenggarakan pada Selasa 22, September 2020.

“Pandemi memang memberikan kita keterbatasan tapi juga mendorong kita untuk terus berinovasi untuk menggali dan mengembangkan talenta anak-anak negeri,” ujarnya dalam sambutan.

Di tengah pandemi seperti saat ini Ainun menyampaikan, jika ternyata kegiatan mengajar dan belajar serta melakukan kreasi, bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Dengan segala keterbatasan yang ada, kegiatan pendidikan tetap harus terus berjalan dengan kurikulum yang disesuaikan serta mengikuti protokol kesehatan.

“Di era tantangan seperti saat ini kita jadi tahu bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pandemi tidak menjadi hambatan untuk kita semua melakukan kegiatan mengajar dan belajar,” ucapnya.

Ainun juga menambahkan di era pandemi ini lahir generasi yang kuat, yang sabar, yang optimis, jujur, memiliki empati yang tinggi dan saling melindungi. Dimana karakter-karakter inilah yang dibutuhkan bagi para penerus generasi bangsa.

“Inilah generasi muda yang ulet, jujur, pantang menyerah, karena dalam kondisi seperti saat ini masih bisa terus optimis dan tetap bangkit serta survive,” imbuh Ainun.

Ia berharap melalui kegiatan FLS2N 2020 ini bisa lebih banyak lagi menggali serta mengembangkan talenta-talenta anak-anak Indonesia. “Apalagi negara kita memiliki kekayaan besar seni budaya di setiap daerah. Dedikasi kalian ke depan akan ditentukan oleh apa yang kalian lakukan hari ini. Maka sekali lagi kalianlah yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari berawal dari apa yang kalian lakukan saat ini yang terbaik,” pungkasnya.

Kegiatan FLS2N 2020 yang bertajuk ‘Melejitkan Talenta dan Prestasi Seni di Masa Pandemi’ ini dihadiri oleh para pejabat pendidikan serta masyarakat dan siswa dari berbagai daerah di Indonesia, yang menyaksikan secara virtual.

Ketua Komisi Perlindungan Anak, Susanto menambahkah bahwa kegiatan FLS2N 2020 ini merupakan langkah baik menjadi fundamental Indonesia dalam berkreasi tapi tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Kami berharap dalam kondisi seperti saat ini anak-anak tetap semangat, kuat, optimis, berorientasi pada keunggulan. Dimanapun kalian berada harus terus tetap semangat agar kelak kalian menjadi penerus generasi bangsa. Karena kalian lah yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari,” ujarnya.

FLS2N diikuti siswa jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan pendidikan khusus. Untuk jenjang SD dan SMP, kegiatan diselenggarakan pada 21 hingga 26 September. Jenjang SMA/SMK pada 28 September hingga 4 Oktober dan pendidikan khusus pada 28 September hingga 1 Oktober. Jumlah peserta yang ikut yakni sebanyak 19.032 siswa. Bidang lomba yang dilombakan diantaranya, menyanyi, seni tari, gambar bercerita, dan pantomime. (Hendri)