Bimbingan teknis persuratan dan kearsipan sangat dibutuhkan oleh organisasi, karena arsip merupakan wajah dari sebuah organisasi. Organisasi yang maju adalah yang memiliki track record yang baik, dan track record yang baik itu hanya bisa terekam dari tata kearsipan dan tata persuratan yang baik.

Demikian ditegaskan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Persuratan dan Kearsipan Direktorat Sekolah Dasar di Bogor, 3 November 2020.

“Oleh karena itu, kenapa kami merasa perlu melakukan bimbingan teknis terkait persuratan dan kearsipan kepada direktorat kami sendiri, karena kami melihat persuratan dan kearsipan kami memaknainya ini merupakan wajah dari Direktorat SD dan wajah sebuah organisasi,” kata Sri Wahyuningsih.

Beliau melanjutkan, arsip yang baik adalah arsip yang mudah dicari. Sementara terkait persuratan, pegawai tidak hanya sekedar menulis, mengetik dan minta nomor surat, akan tetapi juga memaknai isi dari surat yang disampaikan itu, sehingga pesannya bisa dipahami oleh pihak yang membaca surat.

“Pegawai harus memahami seperti apa teknis membuat surat, seperti apa agar surat itu sampai pesannya, agar surat itu dipahami maksudnya dan agar surat itu juga mudah diterima terkait tata bahasa, maupun terkait dengan perkembangan organisasi dan tata aturannya yang memang harus menjadi landasan kita dalam menulis surat,” lanjutnya.

Sri Wahyuningsih mengatakan ilmu terkait persuratan ini terus berkembang. Oleh karena itu kegiatan ini harus didukung serta ditingkatkan khususnya di Direktorat Sekolah Dasar, karena jika berbicara kesuratan dan kearsipan merupakan bagian dari dinamika sebuah organisasi. Melalui kearsipan yang terkelola dengan baik maka menunjukan organisasi yang sehat.

Melalui kegiatan bimbingan ini, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud berharap seluruh karyawan di Direktorat SD memiliki pengetahuan bagaimana mempersiapkan persuratan, mulai dari aspek membuat surat dan mengelola surat. Selain itu juga semakin memahami dengan baik terkait kearsipan karena dokumen apapun yang dihasilkan harus disimpan dan terekam dengan baik. Entah itu arsip dalam bentuk digital atau dalam bentuk hard copy harus tetap diamankan, disimpan dan ditata karena itu merupakan dokumen penting serta dokumen negara.

“Dinamika siklus terhadap pemanfaatan arsip dan pengelolaan arsip harus dilakukan dalam satuan organisasi apapun, karena ini bukan pekerjaan yang dianggap sepele, tapi ini justru pekerjaan yang sangat penting dalam sebuah organisasi,” pungkas Sri Wahyuningsih. (Kumi/Hendri)