Ngobrol Pintar Bareng Sahabat Sekolah Dasar

HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 masih diperingati dalam situasi pandemi Covid-19. Ini merupakan yang kedua kalinya Indonesia merayakan kemerdekaan dalam situasi yang belum kondusif. Perlombaan yang biasanya digelar untuk menyemarakkan HUT RI pun ditiadakan. Upacra pengibaran bendera yang biasanya dilaksanakan secara khidmat dan meriah, masih harus dilaksanakan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.

Meski demikian, kondisi pandemi tidak menurunkan semangat produktivitas untuk merayakan HUT Kemerdekaan. Banyak cara yang dapat dilakukan. Misalnya merayakan kemerdekaan bersama anak dan keluarga di rumah. Sementara itu, Direktorat Sekolah Dasar menggelar webinar Ngobrol Bareng bersama Sahabat Sekolah Dasar dalam memperingati Kemerdekaan.

Ada sekitar 14 peserta didik dari berbagai Sekolah Dasar di nusantara yang turut serta dalam webinar. Di antaranya SDN 164 Karang Pawulang Bandung, SDN 10 Pangkal Pinang, SDN 24 Kota Banda Aceh, SDN Hulung Sari 5 Kabupaten Hulu Sungai Utara, SDN 22 Praya Kabupaten Lombok Tengah, SDN Nasional Plus Pelita Insani Kabupaten Bogor, SDN 2 Mataram, SDN 7 Mataram, SDN Polisi 1 Kota Bogor dan SD Islam Nurul Firdaus Kota Bekasi.

Dalam acara yang dipandu Niknik Kartika dan Enfira dari Direktorat Sekolah Dasar ini, para peserta didik menceritakan pembelajaran selama PJJ dan PTM terbatas. Ada yang mengatakan mereka masih melakukan PJJ. Ada juga yang sudah melakukan PTM terbatas.

“Selama setahun lebih saya menjalankan pembelajaran daring dari rumah karena virus Covid-19 yang belum henti di negara kita. Selama belajar di rumah kami menggunakan zoom atau classroom untuk media belajar daring,” kata Christabel Clara Stefanus Nasution siswi SDN 10 Pangkal Pinang.

Sedangkan Akhyar Zaid Maulana, siswa SDN 24 Kota Banda Aceh menyampaikan, di awal Covid ia masih belajar daring. Tapi sejak 2021 sudah belajar tatap muka meskipun masih terbatas

“Sekolah saya sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka sejak September 2020 sampai sekarang,” ujar M. Ali Syahdan, siswa SDN Hulung Sari 5 Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Para siswa juga menceritakan perbedaan sekolah saat memperingati HUT RI pada saat sebelum pandemi dan setelah pandemi menerjang. Banyak ragam kegiatan yang dilakukan para siswa di sekolahnya. Dimulai dari mengikuti perlombaan hingga kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan.

“Waktu sebelum pandemi biasanya sekolah kami mengadakan lomba menghias ruangan kelas. Kami menghias ruangan kelas dengan warna merah putih. Lalu kami mengikuti beberapa kegiatan lomba HUT RI seperti lomba balap karung, tarik tambang dan tari berica. Tari berica adalah tarian khas dari kota Bangka Belitung. Lalu setelah pandemi saya hanya bisa menonton upacara bendera,” ujar Fillia Lateefah Sayhprinar, siswi SDN 164 Karangpawulang Bandung dengan raut wajah sedih.

Sementara itu, Christabel Clara Stefanus Nasution menyampaikan, saat HUT RI sebelum pandemi biasanya dia menonton TV terlebih dulu untuk melihat upacara bendera di Istana Negara. Sore harinya, ia jalan-jalan ke lapangan untuk melihat acara lomba 17 Agustus.

“Setelah pandemi saya jarang pergi ke mana-mana. Hanya nonton TV di rumah, main hp atau main dengan kawan-kawan,” kata Christable.

Akhyar Zaid Maulana, SDN 24 Kota Banda Aceh menambahkan, sebelum pandemi biasanya ia mengisi hari kemerdekaan dengan ikut lomba balap karung, tarik tambang dan kegiatan lainnya. Tetapi setelah pandemi, ia hanya bisa menonton televisi.

Ngobrol Pintar Bareng Sahabat Sekolah Dasar

“Itu membosankan. Tapi kan kita belum boleh ke mana-mana,” ujarnya.

Ketika ditanya terkait makna kemerdekaan, para peserta didik ini pun memiliki jawaban dan pandangan yang berbeda-beda. Muhammad Rifat Daniati dari SDN 2 Mataram, misalnya. Arti merdeka menurut dia adalah kebebasan bertanggung jawab. Sebagai pelajar, kemerdekaan itu adalah kemenangan untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin hingga berprestasi.

“Kita membutuhkan perjuangan seperti membeli buku, mengorbankan belajar, mengorbankan tenaga untuk mengerjakan tugas sekolah,” katanya.

Sementara Adara Yasmin friady dari SDN 7 Mataram mengatakan, arti kemerdekaan adalah kebebasan yang diartikan sebagai kesempatan bagi para siswa. Contohnya merdeka dalam menuntut ilmu, berkreasi, berinovasi, berprestasi dan masih banyak lagi.

Ngobrol Pintar Bareng Sahabat Sekolah Dasar

“Bagi saya merdeka adalah mendapatkan hak yang sama dalam menuntut ilmu, tanpa dibedakan status sosial. Misalnya pekerjaaan orang tua, kaya atau miskin semuanya sama,” imbuh Septiana Della siswi SDN Murung Sari 5 Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Beda halnya dengan M.Ali Syahdan. Ia mengatakan, merdeka adalah mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dalam meningkatkan kreativitas baik dalam bidang seni maupun olahraga, meski di tengah pandemi Covid-19.

Selain menyampaikan pandangan mereka terkait makna merdeka, para pelajar sekolah dasar ini juga menyampaikan kebanggan dan rasa sukanya terhadap Indonesia. Nadia Sophie Callista, siswi SD Islam Nurul Firdaus Kota Bekasi mengatakan, yang paling ia suka kepada Indonesia adalah lagu Indonesia Raya.

“Lagunya megah sekali, terutama saat Greysia Polii mendapatkan medali emas di Olimpiade Tokyo. Saya juga suka makanan Indonesia yang beragam dan enak-enak. Tarian tarian Indonesia juga, itu bagus semua dan meriah,” tuturnya.

Ngobrol Pintar Bareng Sahabat Sekolah Dasar

Begitu juga yang disampaikan Fitri Naila Rahmi dari SDN 041 Batam. Ia juga menyukai keberagaman budaya Indonesia dimulai dari pakaian, makanan dan tariannya.

Pada akhir sesi, anak-anak peserta didik pun menyampaikan harapan mereka terhadap Indonesia lima tahun ke depan. Banyak di antara mereka yang berharap Indonesia segera bebas dari pandemi Covid-19.

“Harapan saya bagi Indonesia 5 tahun ke depan sudah pasti Indonesia sehat dan tidak ada Covid lagi. Tidak ada PPKM lagi. Saya bisa bebas mengunjungi kakek nenek dan saudara-saudara di daerah dan bisa bebas bermain dengan teman-teman tanpa jaga jarak. Saya berharap semoga covid ini segera pulih,” ujar Nadia Sophie Callista. (*)