menumbuhkan kecintaan anak pada buku

Bukan rahasia lagi bahwa di Indonesia budaya literasi masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data dari The World’s Most Literate Nations, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 dalam kemampuan literasi.

Bahkan UNESCO (Badan dunia PBB yang membawahi bidang pendidikan dan kebudayaan) menempatkan Indonesia sebagai negara terendah kedua untuk minat baca. Ini menjadi kesimpulan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Hanya terdapat 0,001 persen saja, artinya cuma 1 dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca.

Dari hasil Asesmen Nasional tahun 2021, hasil dari pengukuran kompetensi literasi dan numerasi pada peserta didik menunjukkan bahwa 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi. Dan dua dari tiga peserta didik belum mencapai kompetensi minimum numerasi.

Untuk itu berbagai upaya menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya yang dilakukan Direktorat Sekolah Dasar melalui kegiatan workshop nasional bertajuk “Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Buku dan Kegiatan Membaca” yang diselenggarakan selsma tiga hari secara daring, mulai Selasa, 2 Agustus 2022.

menumbuhkan kecintaan anak pada buku

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah bersama-sama mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan workshop nasional ini. Kegiatan membaca sangat penting karena dengan membaca kita bisa membuka jendela dunia, dengan membaca buku kita bisa mengembangkan literasi dan secara tidak langsung bisa berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Kurniawan S.T., M.B.A., Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar ketika membuka workshop secara resmi.

Ia juga berharap dengan kegiatan workshop literasi ini dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi para peserta didik sehingga siap untuk mengikuti program Asesmen Nasional khususnya untuk komponen AKM (kompetensi literasi).

“Saya juga berharap Bapak Ibu yang hadir dalam workshop ini dapat memberikan keteladanan pada anak-anak kita, pada peserta didik kita agar mereka mencintai buku dan kegiatan membaca. Karena salah satu karakter anak adalah meniru apa yang dilakukan oleh orang sekitarnya khususnya para orang tua dan guru,” imbuh Kurniawan.

Dalam kegiatan workshop tersebut, Mr. David dari Room to Read New Zealand mengungkapkan, melalui webinar ini peserta akan melihat bahwa kegiatan membaca nyaring bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk para guru. Selain itu peserta juga akan melihat bahwa kegiatan membaca nyaring memiliki banyak sekali manfaat bagi anak-anak.

menumbuhkan kecintaan anak pada buku

“Manfaat membaca nyaring apalagi jika yang membacanya menyenangkan ini akan menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk menikmati kegiatan membaca. Jika sudah tertarik maka anak-anak pun akan minat untuk melakukan kegiatan membaca,” ujar Mr. David.

Manfaat lainnya dari membaca nyaring adalah, orangtua atau guru akan memiliki hubungan yang lebih baik dan lebih dekat dengan anak-anak maupun peserta didik. Sehingga mereka akan lebih senang ketika datang ke sekolah. Jika ini terus dipelihara tentunya mereka nanti akan memahami kosa kata yang lebih baik, keterampilan membaca yang lebih baik dan juga prestasi lebih baik dalam membaca.

“Manfaat-manfaat tersebut sudah dibuktikan melalui berbagai macam penelitian Bapak Ibu dan juga bisa dilihat langsung ketika kita datang ke sekolah untuk melihat dan bertemu langsung dengan guru dan anak-anak yang sering melakukan kegiatan membaca bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Enda selaku fasilitator mengungkapkan, workshop pada hari pertama yaitu Selasa, 2 Agustus 2022 memulai sesi pertama dengan kegiatan membaca. Kemudian dilanjutkan dengan peran guru dalam mengembangkan lingkungan baca yang baik bagi anak. ”Dan yang terakhir penyelenggara akan menyediakan buku bermutu untuk dibaca semua anak,” tuturnya.

menumbuhkan kecintaan anak pada buku

Kemudian di hari kedua, memperkenalkan satu perangkat digital yang dapat diakses oleh masyarakat dengan gratis dan mudah. Jadi jika buku-buku yang dibutuhkan belum ada di perpustakaan sekolah maka bapak ibu guru dapat mencarinya di perangkat digital tersebut.

“Kemudian hari terakhir kami memperkenalkan satu kegiatan yang mudah tapi sangat menyenangkan untuk anak-anak yaitu kegiatan membaca. Kita juga mengadakan praktek bersama belajar membuat kegiatan belajar lebih menarik dan menyenangkan untuk anak-anak, dimana kita fokus pada membaca dengan ekspresi dan gestur. Kita juga meminta anak untuk menirukan suara dan juga ada membaca nyaring,” pungkasnya.

Terselenggaranya workshop literasi nasional ini  atas kerjasama Direktorat Sekolah Dasar dengan beberapa pemerintah daerah. Dimana tujuan dari workshop ini sebagai dukungan atas kebijakan Merdeka Belajar, yang salah satunya adalah pelaksanaan Asesmen Nasional.

Asesmen Nasional sendiri merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Instrumen dari pelaksanaan Asesmen Nasional ini diantaranya adalah Asesmen Kompetensi Minimun (AKM) yang komponennya adalah literasi membaca dan juga numerasi. (Hendriyanto)