Kantin Sehat di Sekolah

Kecintaan pada makanan manis serta kurangnya kontrol orang tua terhadap pola konsumsi gula menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan beberapa efek negatif seperti obesitas dan diabetes.

Pada tahun 2023, kasus diabetes pada anak mencapai 2 per 100.000 jiwa. Angka ini menurut di IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menunjukkan kenaikan sebanyak 70 kali lipat dibanding laporan di tahun 2010 yang hanya 0.028 per 100.000 jiwa. 

Tren tersebut jika dibiarkan akan bukan tidak mungkin akan meningkat mengingat saat ini makanan dan minuman manis tengah naik daun.

Berapa tingkat konsumsi gula yang aman bagi anak?

Gula memang dibutuhkan oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Akan tetapi, apabila berlebihan, gula akan diolah tubuh menjadi lemak. Oleh karena itu perlu adanya pembatasan konsumsi gula.

The American Heart Association menyarankan konsumsi gula oleh anak tidak lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh gula tambahan per hari. Tidak jauh beda dengan angka tersebut, pemerintah Inggris Raya merekomendasikan konsumsi gula tambahan bagi anak usia 7-10 tahun tidak boleh lebih dari 24 gram.

Konsumsi gula yang melebihi angka tersebut disinyalir menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Untuk mengontrol konsumsi gula tambahan pada anak bisa dilakukan dengan tindakan preventif seperti mengenalkan literasi gizi pada anak serta mengajarkan anak untuk teliti dan berpikir kritis saat membaca kemasan.

 

Mengenalkan literasi gizi pada anak

Literasi gizi adalah kemampuan untuk memproses dan memahami informasi gizi serta keterampilan untuk membuat keputusan gizi yang tepat.

Mengenalkan literasi gizi pada anak SD bisa dimulai dengan mengenalkan ragam makanan makanan sehat seperti buah, sayur dan serta sumber protein hewani.

Selain itu, kita perlu memberi pengertian pada anak bahwa gula tambahan yang aman dikonsumsi oleh mereka tidak lebih dari 25 gram. Biasakan pula untuk minum air putih, sehingga dapat mengurangi konsumsi minuman manis.

 

Dampingi anak saat memilih makanan kemasan

Untuk anak yang sudah bisa membaca, orang tua bisa mendampingi sekaligus mengajarkan anak untuk membaca secara teliti informasi gizi yang tertera pada makanan atau minuman kemasan. 

Biasakan anak mengecek kadar gula dan garam dalam makanan. Pastikan kadar gula dan garam tidak melebihi batas konsumsi harian.

Selain itu, ajak anak untuk mengingat dan menghitung berapa banyak gula tambahan yang sudah dikonsumsi dalam sehari. Hal ini penting untuk mengontrol konsumsi gula anak. 

Penulis: Sifa Lutfiyani Atiqoh

 

Sumber:

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2612/diabetes-melitus-pada-anak

https://health.kompas.com/read/23B01180500568/diabetes-pada-anak-di-indonesia-meningkat-70-kali-lipat

https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/2016/08/23/aha-added-sugar-limits-children/

https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/food-types/how-does-sugar-in-our-diet-affect-our-health/

https://www.perpusnas.go.id/berita/literasi-gizi-kunci-tingkatkan-kecerdasan-dan-daya-tahan-tubuh-anak

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6827561/#:~:text=Nutrition%20literacy%20is%20defined%20as,decisions'(%2C9).