Membangun Kepercayaan Diri Anak

Kepercayaan diri merupakan sebuah bekal yang penting bagi anak. Membangun kepercayaan diri sejak masa anak-anak adalah salah satu usaha untuk menjaga kesehatan mental mereka di masa depan.

Anak yang percaya diri tidak selalu mereka yang paling lantang bersuara, namun bisa jadi anak yang introvert memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk mendorong rasa percaya diri anak.

Berikut adalah empat tips untuk membangun kepercayaan diri anak.
1. Tidak melabeli anak
Tidak semua anak terlahir sebagai seorang ekstrovert dan berani tampil. Sebagian anak memiliki kepribadian introvert dan pemalu. Jika anak kita termasuk kelompok kedua, usahakan untuk tidak melabeli mereka sebagai pemalu atau pendiam di hadapan mereka dan orang lain.

Dari pada melabeli mereka sebagai pemalu dan pendiam, orang tua bisa memilih pendekatan lain seperti berkata ‘anak saya lebih memilih mengobservasi situasi terlebih dahulu’. Pendekatan tersebut akan membuat anak merasa lebih didukung dan diberikan waktu.

2. Pujilah usaha anak bukan hasil atau talentnya
Kebanyakan orang tua memberikan pujian pada talent yang dimiliki anak atau hasil yang didapatkan bukan pada prosesnya. Seringkali, apabila anak tidak mendapatkan hasil yang bagus, orang tua membiarkan begitu saja atau menegur anak tanpa mengapresiasinya.

Ketika orang tua memilih mengapresiasi usahanya, maka anak tidak mudah berputus asa saat hasil tidak sesuai harapannya. Selain itu, memberi apresiasi kepada usaha anak dalam jangka panjang memungkinkan mereka untuk menjadi lebih resilient dan percaya diri.

3. Doronglah anak untuk mencoba hal yang baru
Menurut Child Mind Institute, mendorong anak untuk mencoba hal-hal baru alih-alih fokus pada suatu hal yang dia sudah mahir merupakan suatu hal yang positif. Belajar skill baru membuat anak merasa ‘mampu’ dan lebih percaya diri karena anak punya pengalaman dalam banyak hal.

4. Mengajarkan anak untuk merangkul ketidaksempurnaan
Di zaman sosial media ini, banyak orang yang ingin tampil sempurna. Tak jarang, influencer dan  elebriti menunjukkan standar yang berlebihan baik menyangkut materi dan fisik. Hal tersebut tak jarang dicontoh anak-anak yang menonton konten-konten para influencer tersebut.

Standar yang dipertontonkan melalui konten seperti penggunaan mainan tertentu, alat makan merek tertentu hingga kondisi fisikpun tak jarang membuat anak FOMO (fear of missing out) atau perasaan tidak ingin ketinggalan trend.

Fenomena ini bila terjadi secara terus menerus bukan tidak mungkin akan mengakibatkan menurunnya kepercayaan diri anak apabila tidak bisa mengikuti trend. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajak anak merangkul ketidaksempurnaan dan mengajarkan pentingnya bersyukur.

Itu dia empat tips untuk membangun kepercayaan diri anak. Jangan lupa luangkan waktu bermain bersama anak ya!

Source:
1. https://www.cliftongreenprimary.co.uk/wp-content/uploads/2023/04/Building-Self-Confidence.pdf
2. https://childmind.org/article/12-tips-raising-confident-kids/

Penulis : Sifa Lutfiyani Atiqoh
Editor : Kurniawan