Memahami Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbdristek) mendorong kepala sekolah, guru dan satuan pendidikan betul-betul memahami Kurikulum Merdeka, agar bisa optimal dalam implementasinya. Untuk memudahkan para tenaga pendidik memahami Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek mengembangkan wadah untuk para guru dalam mengakses informasi-informasi penting yaitu melalui platform Merdeka Mengajar.

Dalam rangka mengenalkan lebih dalam Platform Merdeka Mengajar, Direktorat Sekolah Dasar menggelar webinar bertajuk ‘Alur Pemahaman Kurikulum Merdeka Melalui Platform Merdeka Mengajar’ pada Rabu, 9 November 2022.

“Webinar ini penting bagi kita semua dalam rangka memahami bagaimana proses implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya bagi para guru sebagai pelaksana kegiatan proses pembelajaran di satuan pendidikan,” kata Ir. Dr. Eko Warisdiono, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar saat membuka webinar.

Eko menegaskan platform Merdeka Mengajar ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan banyak mengakses platform Merdeka Mengajar, diharapkan para guru dapat lebih mudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Harapan kami semoga melalui webinar ini bisa menjawab permasalahan maupun kendala teman-teman guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka maupun dalam mengakses platform Merdeka Mengajar,” tambahnya.

Memahami Kurikulum Merdeka

Dalam memahami implementasi Kurikulum Merdeka, ada 4 tahapan yang harus dipahami oleh para guru. Hal ini dijelaskan oleh Dwi Setiyowati, S.Si., dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbudristek. Pertama memahami garis besar Kurikulum Merdeka, kemudian memahami pembelajaran dan asesmen, memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan dalam Kurikulum Merdeka, dan yang terakhir memahami pengembangan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Dalam memahami garis besar Kurikulum Merdeka ini, bapak ibu guru diharapkan memahami regulasi-regulasi serta naskah akademik yang terkait dengan Kurikulum Merdeka,” ujar Dwi Setiyowati.

Ia menegaskan para guru harus memahami terlebih dahulu capaian pembelajaran. Jadi ketika sudah memahami capaian pembelajaran maka akan bisa menganalisis apa saja materi dan kompetensi yang diharapkan dari tiap-tiap tahapan pembelajaran tersebut. Setelah itu guru akan mampu merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusun alur tujuan pembelajaran sehingga dapat merancang pembelajarannya.

Tujuan pembelajaran bentuknya ada dua, bisa berupa RPP atau modul ajar. Jika sudah membuat RPP maka para guru tidak usah membuat modul ajar. Begitu juga sebaliknya, jika sudah memiliki modul ajar maka tidak perlu membuat RPP kembali.

“Setiap langkah merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun alur tujuan pembelajaran, dan merancang pembelajaran disesuaikan dengan tahapan kemampuan masing-masing satuan pendidikan. Untuk contohnya dapat menggunakan contoh-contoh yang sudah kami sediakan pada platform Merdeka Mengajar. Atau bisa juga menyusun secara mandiri,” tutur Dwi Setiyowati.

Ia mengingatkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan satuan pendidikan. Oleh karena itu pendaftaran dilakukan secara mandiri. Satuan pendidikan dapat memilih 3 opsi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Bisa memilih opsi Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi. Semua informasi detailnya dapat diakses di platform Merdeka Mengajar.

“Kurikulum Merdeka ini adalah terobosan yang diharapkan bisa membantu bapak ibu guru serta kepala sekolah dalam mengubah proses belajar menjadi pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan menyenangkan bagi peserta didik,” pungkasnya.Memahami Kurikulum Merdeka

Lasty Kesdu, tim Platform Merdeka Mengajar menuturkan, para guru perlu sekali memanfaatkan platform Merdeka Mengajar dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Karena platform Merdeka Mengajar ini menjadi salah satu sumber belajar yang bisa scale up dan bisa menjangkau para guru Indonesia di mana pun berada.

“Platform ini menjadi salah satu sumber belajar yang bisa menyediakan informasi terkini dan akurat dalam berbagai format seperti dokumen maupun video. Kami sudah banyak menyediakan video-video yang menginspirasi dalam melakukan pembelajaran yang lebih berpusat pada anak,” jelasnya.

Selanjutnya, platform Merdeka Mengajar menyediakan ribuan perangkat ajar seperti RPP sesuai dengan jenjang dan mata pelajarannya masing-masing. Serta menyediakan asesmen yang dapat digunakan di awal pembelajaran sehingga guru dapat melakukan diferensiasi mata pelajaran. Kemudian platform Merdeka Mengajar juga menyediakan pelatihan secara daring yang bisa  diakses secara mandiri kapan pun dan di mana pun.

“Selain itu platform Merdeka Mengajar menjadi wadah bagi para guru untuk terkoneksi dengan seluruh tenaga pendidikan di Indonesia. Diharapkan melalui platform Merdeka Mengajar, para guru bisa sama-sama belajar dari rekan sejawat dan saling berbagi praktik baik,” kata Lasty.

Menu yang terdapat pada platform Merdeka Mengajar yang pertama ada menu Pelatihan Mandiri yang berisi topik-topik. Kemudian ada komunitas belajar sebagai wadah untuk para guru saling berkenalan dan saling berkolaborasi. Di platform tersebut sudah ada lebih dari 9.000 komunitas yang terdaftar dari Sabang sampai Merauke.

Selain itu ada menu video inspirasi berisi kumpulan video inspiratif yang telah dikurasi. Kemudian ada juga rekaman webinar agar bisa ditonton ulang oleh para guru untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait Kurikulum Merdeka.

Para guru tidak perlu khawatir dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, karena mereka bisa menyaksikan dan mencontoh hal-hal baik dari video inspirasi karya para guru lainnya. Dimana sudah ada lebih dari 100.000 karya yang diunggah oleh para guru, baik karya terkait dengan pembelajaran, manajemen sekolah ataupun video inspirasi lainnya.

“Bapak ibu guru bisa melihat apa saja yang dilakukan oleh guru yang ada di daerah atau di kota lain sehingga bisa menjadi bahan inspirasi,” terangnya.

Lebih lanjut ada tiga menu utama yang ada di dalam platform Merdeka Mengajar. Pertama ada info terkini berisi berbagai macam kebijakan, yang kedua ada tombol tentang Kurikulum Merdeka, dan yang ketiga adalah mulai belajar secara mandiri melalui Pelatihan Mandiri yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun, dan dapat dilakukan secara bertahap.

Memahami Kurikulum Merdeka

Edi Brata, Guru SDN 2 Pandeglang, Banten menyampaikan, platform Merdeka Mengajar banyak memberikan manfaat buat guru. Karena melalui platform tersebut guru banyak mendapatkan informasi. Selain itu guru juga bisa langsung belajar dari sumber utamanya, tidak lagi dari pengantar.

“Dengan adanya PMM ini Alhamdulillah memberikan banyak penjelasan terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Kami juga bisa belajar langsung dari sumber utamanya. Kami berharap antar guru se-Indonesia mendapatkan pemahaman yang sama dan tidak terdistorsi informasinya,” ucap Edi Brata.

Edi mengatakan sekolahnya merupakan IKM jalur mandiri. Oleh karena itu dengan adanya platform Merdeka Mengajar berhasil membuka pengetahuan cara mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Saya sudah bisa mengakses PMM di mana pun dan kapan pun, dan pemahaman terkait PMM yang sudah saya dapatkan ini sekarang sedang saya coba sampaikan ke teman-teman guru. Saya membagi pengalaman saya dengan memanfaatkan laman web platform Merdeka Mengajar,” tandasnya. (Hendriyanto)