Dampak Positif Kerjasama Kemendikbudristek dan GIZ

Selama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia dan berbagai belahan dunia, pembatasan sosial yang ketat diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Banyak tempat-tempat umum seperti tempat olahraga atau taman bermain, baik di lingkungan masyarakat maupun sekolah, terpaksa ditutup.

Akibat pembatasan sosial tersebut, anak-anak banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel, TV, dan tablet. Bahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik anak-anak di jenjang sekolah dasar menurun drastis ke titik terendah.

Padahal olahraga teratur dan perkembangan otak memiliki hubungan yang sangat erat. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pemenuhan kegiatan fisik atau olahraga bagi anak-anak sekolah dasar khususnya di tengah pandemi.

“Karena kualitas pemenuhan pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan atau PJOK dan pembelajaran aktif tidak hanya mendukung perkembangan kognitif anak, tetapi juga memperkuat kompetensi emosional dan sosial mereka,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP., M.Si, di Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2022.

Hal itu disampaikan Jumeri pada Rapat Pengakhiran Kerja Sama "Sport for Development" (S4D) antara Kemendikbudristek dan GIZ Tahun 2018-2021. Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd yang hadir dalam acara itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada GIZ yang telah bekerjasama dengan Direktorat Sekolah Dasar dalam mendiseminasikan Profil Pelajar Pancasila melalui olahraga.

Jumeri melanjutkan, pendekatan “Sport for Development” atau “Olahraga untuk Pembangunan” sangat relevan dengan Profil Pelajar Pancasila yang diusung oleh Kemendikbudristek, yaitu sama-sama mempromosikan nilai-nilai positif universal dan kompetensi pribadi. Seperti gotong royong dan “berpikir kritis” yang ingin ditanamkan pada generasi masa depan Indonesia.

“Oleh karena itu, saya senang bahwa kedua prakarsa tersebut berhasil digabungkan dalam kegiatan kerjasama proyek “Sport for Development” atau “Olahraga untuk Pembangunan” yang dilakukan di bawah Kemendikbudristek terutama melalui Direktorat Sekolah Dasar,” imbuhnya.

Dampak Positif Kerjasama Kemendikbudristek dan GIZ

Selain itu proyek “Sport for Development” ini juga menunjukkan inovasi penggunaan platform digital dan pembuatan media untuk menyebarkan pesan dan informasi secara daring melalui webinar di kanal YouTube Direktorat Sekolah Dasar, kampanye media sosial dan klip video, serta modul pembelajaran elektronik untuk guru yang semua tercipta sebagai hasil kerjasama ini.

Kerjasama Sport for Development atau S4D ini menunjukkan bahwa permainan olahraga edukatif di sekolah, dapat menjadi sarana pengajaran tambahan yang berharga untuk meningkatkan khasanah pengajaran guru di sekolah-sekolah di Indonesia.

Tidak hanya itu, aktivitas fisik juga dapat menjadi media menyampaikan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran yang menyenangkan dan pengalaman aktif oleh siswa. Pada tataran kelembagaan, aktivitas fisik merupakan komponen penguatan mutu pendidikan di sekolah, sedangkan pada tataran individu, ia dapat memperkuat karakter siswa.

“Pondasi untuk mengarusutamakan metode “Olahraga untuk Pembangunan” di sekolah-sekolah Indonesia dan menggunakan olahraga untuk mempromosikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa, telah diletakkan oleh proyek kerjasama ini sehingga kita dapat mengembangkannya di tahun-tahun mendatang,” kata Jumeri.

Sementara itu Deputy of Head Programme Sport for Development, Christine Mialkas menyampaikan pihaknya sangat mendukung gerakan Profile Pelajar Pancasila. Oleh karena itu sebagai bentuk dukungan GIZ pun menerbitkan modul E-Learning "Mempromosikan Profil Pelajar Pancasila melalui Olahraga".

“Modul ini dapat diakses oleh guru di seluruh Indonesia dimana saja dan kapan saja. Ini sebagai bentuk inisiasi untuk mensosialisasikan pendidikan kepada siswa bahkan dalam keadaan pandemi,” tuturnya.

Sebagai bentuk implementasi dari modul tersebut, pada Juli 2021, pihak GIZ mengadakan webinar dengan Direktorat Sekolah Dasar dan Konfederasi Olahraga Olimpiade Jerman untuk membuat siswa aktif secara fisik dan berolahraga untuk pembelajaran selama dan setelah pandemi.

Bahkan kegiatan webinar dilanjutkan pada bulan Oktober dan November 2021 dengan pembicara dari Kemendikbudristek, akademisi, dan praktisi dari pendidikan di sekolah dan mencapai lebih dari 60.000 tayangan di Saluran YouTube DitpsdTv.

“Selain itu pada bulan November, kami juga mengadakan pelatihan online tentang Monitoring dan Evaluasi dan lokakarya dengan staf Kemendikbudristek untuk membahas ide-ide tindak lanjut dan produk yang dikembangkan. Fokusnya adalah pada evaluasi Modul E-Learning, dan memastikan untuk pemeliharaan konten, analisis pengguna dan pemberian pengabdian kepada guru,” kata Christine Mialkas.

Dalam kesempatan yang sama, Zulazmi, Perwakilan Management GIZ menambahkan, sesuai dengan Perjanjian Pelaksanaan yang ditandatangani pada tanggal 26 Maret 2021 antara Direktur Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen bersama GIZ untuk program sektor ”Olahraga untuk Pembangunan”, sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Meskipun pandemi tidak mendukung untuk melakukan kegiatan secara langsung pada tahun 2021, akan tetapi tetap memberikan dampak yang kuat pada organisasi dan staf GIZ.

“Oleh karenanya Kemendikbudristek dan GIZ terus bersatu untuk mempertahankan fungsi, menjaga kualitas dalam penyediaan kegiatan, serta mempertahankan untuk tetap berhubungan dengan kelompok sasaran. Kemendikbudristek dan GIZ meningkatkan aktivitas online dan meningkatkan kapasitas untuk teknologi digital, pertukaran digital, dan pembelajaran,” kata Zulazmi.

Ia menuturkan modul E-learning bersama ”Mempromosikan Profil Pelajar Pancasila melalui Olahraga” adalah salah satu contoh bagaimana pendidikan, olahraga, dan pembelajaran digital yang berkualitas dapat berjalan beriringan, untuk memberikan inovasi dalam penyediaan pengajaran yang berorientasi masa depan di sekolah-sekolah Indonesia.

“Meskipun proyek S4D di Indonesia sudah selesai, saya berharap produk dan dukungan yang dikembangkan bersama ini akan memberikan dampak positif bagi struktur pendidikan Indonesia. Selanjutnya saya ingin tekankan bahwa kerjasama antara Kemendikbudristek dan GIZ berlanjut dengan proyek Fit for School dan HBCC,” ujarnya. (*)