Pengelolaan Sampah Generasi Millenial

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018 tentang srategi, program, dan kegiatan yang sinergis, terukur, dan terarah untuk mengurangi jumlah sampah di laut dalam bentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan sampah Laut (RAN PSL) Tahun 2018-2025. 

Pemerintah juga selalu berupaya meningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sampah terutama sampah laut melalui berbagai bentuk kegiatan. Seperti pendidikan kepada anak sekolah terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, sosialisasi pemanfaatan sampah plastik, dan kampanye mengenai gaya hidup tanpa sampah kepada masyarakat luas.

Dalam acara Forum Pemuda Peduli Sampah Edisi 2 (Formula E2) yang diselenggarkan pada Sabtu, 13 November 2021, Direktur Sekolah Dasar, Kemnedikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., menyampaikan mengapresiasi dan dukungan penuh terhadap gerakan para pemuda milenial yang satu visi dengan pemerintah untuk menjaga lingkungan melalui manajemen pengelolaan sampah dengan baik. Sehingga sampah tidak menjadi hal merugikan, tapi justru dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat. 

“Tidak semua sampah berdampak buruk apabila dikelola dengan baik. Maka melalaui kegiatan Formula E2 yang melibatkan kaum muda di mana pun berada, saya atas nama Kemendikbudristek sangat mengapresiasi kegiatan ini,” kata Sri Wahyuningsih yang hadir secara virtual.

Acara Formula E2 turut dihadiri oleh Koordinator Divers Clean Action, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perwakilan ASOBSI dan 30 peserta Formula E2 yang terpilih dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Direktur Sekolah Dasar mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk menjadi agen perubahan melalui kegiatan pengelolaan sampah.  

“Untuk menjadi agen perubahan kita bisa dimulai dari diri sendiri. Kemudian kalian juga bisa mengajak keluarga terdekat, teman, sanak saudara dan masyarakat luas untuk selalu berperan aktif dalam penanganan masalah sampah ini,” pesannya. 

Bertepatan dengan Hari Pahlawan yang baru saja diperingati pada tanggal 10 November 2021, Sri Wahyuningsih mengajak anak-anak muda Indonesia untuk menjadi pahlawan ”zaman now” yang peduli akan masalah sosial, khususnya masalah sampah.

“Pemuda pemudi Indonesia merupakan tonggak terlaksananya perubahan-perubahan dalam suatu bangsa termasuk perubahan dalam pengelolaan sampah,” tuturnya.

Pengelolaan Sampah Generasi Millenial

Formula E2 merupakan salah satu usaha untuk membekali pemuda Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan terkait penanganan sampah dan sampah laut. Sebanyak 30 peserta terpilih dari seluruh Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam pengelolaan sampah dan sampah laut di Indonesia. 

“Saya berharap melalui pelatihan Formula E2 ini 30 pemuda yang terpilih bisa menjadi agen perubahan di masyarakat. Semoga gagasan generasi pemuda tidak hanya dituangkan dalam bentuk teori saja tapi juga diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Terakhir pesan saya tetap jaga jaringan pertemanan, jaringan kerja, jaga hubungan baik antar semua pihak agar terus terwudjud misi kita dalam pengelolaan sampah dengan baik,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abizar, Program Koordinator Formula E2 menuturkan, program Forum Pemuda Peduli Sampah dibagi menjadi 2 termin. Termin pertama dilaksankan pada Juli sampai Desember tahun 2020 yang melibatkan peserta dari 5 provinsi di Indonesia. Seperti Aceh, Jambi, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara. Termin yang kedua adalah peserta yang terpilih dalam Formula E2 ini. 

“Peserta kegiatannya sendiri adalah alumni dari program Divers Clean Action (DCA). Sebelumnya di tahun 2019 kami juga memberikan pelatihan kepada anak-anak dari 34 provinsi yang kami datangkan langsung ke Jakarta. Kami memberikan pelatihan bagiamana membuat aksi dan merencanakan sesuatu untuk mengatsi permasalahan sampah yang ada di Indonesia,” kata Abizar.

Ia melanjutkan, setelah para peserta selesai dari program tersebut pihaknya juga membantu mereka untuk mengembangkan komunitasnya yang ada di daerah masing-masing. Seperti melakukan pendekatan dengan stakeholder dan melakukan daur ulang sampah menjadi barang yang bernilai. 

Untuk capaian program dari termin pertama, Abizar menerangkan dari 5 provinsi yang terpilih tersebut sudah memberikan dampak besar kepada masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini. Capaian tersebut sudah mencapai 100% dari capaian yang diberikan oleh DCA.

Capaiannya adalah telah melakukan 30 kali sampling sampah pantai dan sungai, sebanyak 791,9 kg sampah terkelola dari sumbernya melalui sampling 113 rumah dan 5 kios yang ada di 5 provinsi tersebut. Telah melakukan edukasi ke sekolah dan memberikan pelatihan ke 788 anak dan guru serta membuat 5 program berkelanjutan. Capaian selanjutnya adalah berhasil melakukan pelatihan ke 517 warga untuk program berkelanjutan.

“Jadi diprogram ini kami lebih fleksible dan membebaskan teman-teman yang ada di daerah untuk mengembangkan ide-idenya,” pungkas Abizar. (Hendriyanto)