Kabupaten Banyuwangi Implementasikan Merdeka Belajar Melalui Permainan Tradisional

Belasan siswa SDN Model Banyuwangi, Jawa Timur menyambut Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd dengan permainan tradisional. Mereka beraksi memainkan egrang bambu, egrang batok, terompah kayu, dan hula hoop.

Selain permainan tradisional, Direktur Sekolah Dasar dan rombongan juga disuguhi karya siswa dari mulai pentas seni hingga praktek membuat batik tulis. Sri Wahyuningsih ikut mencoba permainan tradisional dan membatik bersama siswa.

Dalam kunjungan ke SDN Model, Sri Wahyuningsih didampingi Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, S.Pd., M.M bersama jajaran pada Senin, 20 Desember 2021. Hadir dalam kesempatan itu puluhan guru dan siswa.

Dalam sambutannya, Suratno menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi sudah mengimplementasikan Merdeka Belajar sejak lama. Yaitu melalui permainan tradisional dalam memberikan penguatan pendidikan karakter pada peserta didik.

Kabupaten Banyuwangi Implementasikan Merdeka Belajar Melalui Permainan Tradisional

“Setiap tahun kami rutin mengadakan Festival Memengan yaitu sebuah festival permainan tradisional yang pesertanya adalah ribuan anak-anak dari tingkat sekolah dasar,” tutur Suratno.

Esensi dari permainan tradisional sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang digunakan dalam Merdeka Belajar. Bahkan Suratno mengatakan festival permainan tradisional ini diapresiasi oleh Wakil Ketua KPK tahun 2012 sebagai kegiatan pendidikan menanamkan anti korupsi secara kontekstual di dunia anak-anak melalui permainan.

“Di sinilah kami memiliki prinsip untuk mendorong sekolah-sekolah agar menjadikan permainan tradisional sebagai salah satu strategi menanamkan pendidikan karakter bagi anak-anak,” kata Suratno.

Selain mengimplementasikan Merdeka Belajar melalui permainan tradisional sebagai bentuk penanaman pendidikan karakter pada anak, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi juga mengimplementasikan Merdeka Belajar melalui pendidikan layanan khusus atau pendidikan inklusi.

Sejak tahun 2014, Banyuwangi dinobatkan sebagai kabupaten inklusi di mana semua sekolah di Banyuwangi termasuk sekolah dasar adalah sekolah inklusi. Jadi, kalau ada anak berkebutuhan khusus ingin sekolah di sekolah reguler, maka sekolah tersebut wajib menerimanya.

Kabupaten Banyuwangi Implementasikan Merdeka Belajar Melalui Permainan Tradisional

”Untuk sekolah inklusi ini kami siapkan guru pembimbing khusus yang sudah diberikan pelatihan. Sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus juga diberi intensif tambahan. Dan dalam waktu dekat Kabupaten Banyuwangi akan meluncurkan unit layanan disabilitas. Harapannya, pendidikan inklusi di Banyuwangi semakin bagus dan meluas,” katanya.

Direktur Sekolah Dasar, Sri Wahyuningsih menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Banyuwangi yang sudah memberikan inspirasi bagi semua daerah dalam mengimplementasikan esensi Merdeka Belajar. Pihaknya juga mengapresiasi Kabupaten Banyuwangi dalam mengelola pendidikan layanan khusus dan pendidikan inklusi.

Kabupaten Banyuwangi Implementasikan Merdeka Belajar Melalui Permainan Tradisional

“Karena tidak semua anak memiliki akses untuk bersekolah di jalur formal sehingga pendidikan layanan khusus pun perlu ditingkatkan. Kami sangat mengapresiasi Banyuwangi yang inklusinya sudah berjalan dengan baik,” kata Sri Wahyuningsih.

Ia menegaskan, pendidikan itu harus diberikan kepada semua anak tanpa terkecuali. Karena pendidikan adalah hak warga negara Indonesia, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, kesehatan maupun keselamatan, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Selanjutnya, Sri Wahyuningsih mengatakan permainan tradisional yang dikembangan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sangat bermanfaat bagi generasi muda. Tidak hanya mempertahankan budaya lokal, namun juga mendorong peningkatan pendidikan karakter.

Kabupaten Banyuwangi Implementasikan Merdeka Belajar Melalui Permainan Tradisional

“Melalui permainan tradisional yang bermakna belajar inilah esensi dari Merdeka Belajar yaitu belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja dan dari sumber mana saja. Termasuk melalui permainan tradisional sebagai sumber pembelajaran, tidak hanya untuk peningkatan pendidikan karakter tapi juga untuk mendorong kompetensi literasi bahasa dan literasi numerasi,” kata Sri Wahyuningsih.

Oleh karenanya ia berharap setiap pendidik dan sekolah di Indonesia betul-betul mengoptimalkan permainan tradisional. Bahkan jika perlu digelar festival permainan tradisional yang rutin setiap tahun seperti halnya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. (Hendriyanto)