Kepala Sekolah dan Guru Mendapat Bimbingan Teknis tentang Asesmen Nasional

Setelah memberikan bimbingan teknis tentang Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kepada para pengawas dari berbagai wilayah di Indonesia, Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek belum lama ini memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan, yang dalam hal ini adalah kepala sekolah.  

Bimbingan Teknis Pembinaan Pengelolaan Asesmen Kompetensi di Sekolah Dasar ini telah dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Pesertanya ratusan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pembelajaran literasi dan numerasi,  peran kepala sekolah dan guru dalam pembelajaran literasi dan numerasi, dan fasilitas lingkungan belajar yang efektif untuk pembelajaran literasi dan numerasi.

”Kemudian materi tentang menumbuhkan budaya baca, perencanaan berbasis data, penilaian diagnostik, dan simulasi pengenalan Platform digital Asesmen Nasional,” kata Dr. Lanny Anggraini, S.Pd., M.A., Panitia Bimbingan Teknis Pembinaan Pengelolaan Asesmen Kompetensi di Sekolah Dasar.

Kepala Sekolah dan Guru Mendapat Bimbingan Teknis tentang Asesmen Nasional

Lanny menjelaskan, Asesmen Nasional (AN) adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah  dengan menggunakan instrumen Asesmen  Kompetensi  Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Sementara Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah pengukuran kompetensi peserta didik  dalam literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia, agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Sedangkan Survei Karakter adalah pengukuran terhadap sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) berdasarkan enam aspek Profil Pelajar Pancasila. Survei Lingkungan Belajar adalah pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan.

”Salah satu komponen yang diukur pada Asesmen Nasional adalah literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) melalui komponen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),” jeas Lanny. AKM mengukur dua kompetensi di atas karena merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan siswa untuk dapat hidup secara layak dan produktif di tengah masyarakat, termasuk masyarakat dunia.

Kepala Sekolah dan Guru Mendapat Bimbingan Teknis tentang Asesmen Nasional

Berbeda halnya dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu, AKM nasional oleh pemerintah maupun AKM kelas oleh guru memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

“Kaitannya dengan AKM kelas oleh guru, asesmen harus dilakukan secara komprehensif melibatkan asesmen diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada topik tertentu. Dengan demikian, asesmen merupakan bagian pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan dengan proses pembelajaran (assessment as learning),” imbuh Lanny.

Lanny juga mengingatkan satuan pendidikan harus memahami Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dimana asesmen tersebut dilaksanakan menggunakan komputer secara  daring dan semi-daring, sebagai media untuk menampilkan dan menjawab soal.

Pelaksanaan Asesmen Nasional diikuti oleh siswa kelas V SD, kelas VIII SMP dan kelas XI SMA/SMK sederajat. Tidak semua siswa di jenjang ini mengikuti Asesmen Nasional, karena Kemendikbudristek menerapkan sampling system. Pada jenang SD, Asesmen Nasional Berbasis Komputer akan dilaksanakan pada pertengahan bulan November 2021 mendatang.

Kepala Sekolah dan Guru Mendapat Bimbingan Teknis tentang Asesmen Nasional

Lanny berharap melalui bimbingan tekni ini dapat membantu, mempermudah, dan mempercepat pemahaman satuan pendidikan mengenai Asesmen Nasional. ”Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah, dapat meningkatnya pemahaman tentang kebijakan Asesmen Nasional, teknis implementasi Asesmen Kompetensi di Sekolah Dasar, dan paham terkait rencana tindak lanjut,” jelasnya.

Lanny juga berharap para kepala sekolah yang telah mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini bisa menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang didapat kepada para kepala sekolah dan guru-guru yang lain di daerahnya masing-masing. Sehingga dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan secara meluas. (Hendriyanto)