Kampanye gerakan anti narkoba untuk siswa sekolah dasar sangat penting dilakukan. Sebab, saat ini pengedar Narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa, anak-anak juga menjadi target penjualan barang haram ini. Untuk menyelematkan anak bangsa dari bahaya narkoba, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktoral Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Putra Nusantara melakukan kampanye gerakan anti narkoba. Kampanye gerakan anti narkoba dikemas sesuai dengan kondisi anak-anak. Yakni dengan menghadirkan sosok pahlawan yang diberinama Kapten Benn (Benteng Nusantara). Kapten Benn ini bertugas melindungi anak-anak dari ancaman narkoba. Dalam Kampanye Gerakan Anti Narkoba di FLS2N Kapten Berpesan kepada anak-anak untuk berhati-hati agar tidak mudah percaya kepada seseorang yang memberikan permen secara gratis.Sebab, para pengedar menggunakan modus ini. “Seperti tadi anak-anak tonton film yang berjudul Misteri Permen Belina. Film yang tadi adik-adik lihat bisa menjadi pelajaran bersama. Sebab pengedar narkoba akan menggunakan berbagai cara untuk merusak generasi bangsa,” pesan Kapten Benn di Hotel Grand Mutiara, Pangkalpinang, Jumat (31/8). Pada kesempatan ini Kepten Benn mengajak seluruh anak bangsa agar lebih dekat dengan Tuhan dan sayang kepada keluarga. Selain itu, rajinlah berolahraga dan tidak merokok. Pesan yang sama juga disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung, Johan Jabri agar adik-adik tidak mendekati barang haram tersebut. Sebab, jika sudah dekat maka akan terancam akan menjadi pengguna. Maka itu, dia mengingatkan jika ada orang yang mencurigakan menawarkan barang haram tersebut lebih baik langsung menjauh. Dan cerita lah kepada orang tua atau guru di sekolah. Dia memberikan penjelasan tentang bahanya orang yang mengkonsumi narkoba. Narkoba sangat membahayakan sebab akan menjadikan orang tersebut menjadi bodoh, kesehatan tubuh akan tergangu dan menjadikan hidup semakin miskin dan sengsara. “Maka itu narkoba jangan didekati dan dicoba. Jika pernah mencoba maka bisa ketagihan dan sulit diobati,” tegasnya. Selain itu dia juga mengingatkan agar anak-anak tidak menghirup barang seperti lem, bau tipe-x dan spidol. Sebab, bau yang ada dibenda tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan otak. Dan dia juga berpesan agar anak-anak menjauhi Rokok. “Bau lem, dan rokok bisa menjurus kepada narkoba. Biasanya yang terkena narkoba berawal dari merokok,” ujarnya. (Pesertadidik/Ditpsd)