Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera yang jatuh pada 15 Januari 2021, Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud menggelar talkshow bertajuk “Peringatan Hari Samudra dan Literasi Lingkungan.” Talkshow yang bekerjasama dengan Yayasan Pesanku, TNI Angkatan Laut Republik Indonesia dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini dilaksanakan di atas Kapal Republik Indonesia Dewa Ruci, di Tanjung Priok, Jakarta pada Minggu, 24 Januari 2021.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pembicara yang inspiratif diantaranya Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Kepala Sub Dinas Program Kelautan Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut, Kolonel Laut (P) Budi Mulyadi, serta Dr. Nyoman Suyasa, Ketua Bidang Pendidikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

“Kegiatan ini bagian dari kebijakan Kemendikbud melalui kebijakan Merdeka Belajar sekaligus rangkaian dari memperingati Hari Dharma Samudera. Kami Direktorat Sekolah Dasar bekerjasama dengan kawan-kawan peduli pendidikan dari Yayasan Pesanku dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, membangun budaya literasi terhadap kecintaan akan alam serta literasi lingkungan terhadap laut,” papar Direktur Sekolah Dasar pada saat talkshow.

Sri Wahyuningsih juga menyampaikan, terkait literasi lingkungan terhadap laut, Direktorat Sekolah Dasar akan membangun kerjasama dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik terhadap profesi nelayan sebagai salah satu profesi yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

“Kita harus perkenalkan di satuan pendidikan Sekolah Dasar tidak hanya terhadap literasi lingkungan, tetapi juga kawan-kawan nelayan yang akan kami undang untuk datang ke Sekolah Dasar memberikan literasi kepada anak-anak terkait pengalaman menarik menjadi nelayan,” uajar Sri Wahyuningsih menegaskan.

Beliau menekankan dari kemitraan yang akan dibangun dengan para nelayan ini juga sekaligus untuk menginspirasi pentingnya setiap profesi apapun dan sekecil apapun. Termasuk profesi nelayan baik skala kecil maupun besar yang harus dikenalkan kepada anak-anak dari sejak usia Sekolah Dasar.

“Berbagai macam profesi harus dikenali oleh anak-anak sejak dini atau sedini mungkin. Karena tidak ada profesi yang tidak penting, semua memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Begitu juga dengan profesi nelayan,” ujar Sri Wahyuningsih penuh optimis.

Ia juga menghimbau kepada seluruh peserta didik Indonesia agar sama-sama membantu pemerintah dalam menjaga sumber daya alam termasuk laut. Apalagi Indonesia merupakan Negara Maritim.

“Senyampang dengan memperingati hari Dharma Samudera ini kita harus tingkatkan literasi diri kita terhadap kekayaan laut yang terkandung didalamnya. Serta Mari kita pahami laut juga harus kita jaga keseimbangan nya agar tetap selalu bisa menghidupi manusia yang berada di daratan. Begitu juga dengan alam hutan yang tentu perlu kita jaga keseimbangannya.” Pungkas Sri Wahyuningsih.

Sementara itu, Kolonel Laut (P) Budi Mulyadi, Kepala Sub Dinas Program Kelautan Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut mengatakan, Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada dan kekayaan alam lautnya yang melimpah, tentu punya banyak masalah-masalah yang timbul. Seperti pencurian ikan, perusakan habitat dan lain-lain. Oleh karena itu untuk menjaga laut Indonesia dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab semua pihak harus turut membantu menjaga dan melestarikan laut Indonesia.

“Menjaga laut bukan hanya tugas TNI Angkatan Laut saja, tapi juga tugas kita bersama. Kita itu harus sama-sama terlibat dalam menjaga laut kita,” tegas Kolonel Laut (P) Budi Mulyadi menjelaskan.

Agar pemahaman dalam menjaga kekayaan laut Indonesia tersampaikan kepada masyarakat TNI Angkatan laut pun pun memberikan pembinaan kepada masyarakat di wilayah pesisir atau maritim sesuai dengan undang-undang TNI.

“Dalam Undang-undang TNI kita menjalankan 5 tugas utama Angkatan Laut salah satunya adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah ketahanan laut dengan memberikan bantuan sosial dan pembinaan khusus pada masyarakat maritim semua umur dan semua genre. Termasuk adik-adik sekalian di manapun berada. Caranya mencintai laut kita salah satunya itu adalah menjaga lingkungan. Dan jika ada penyimpangan atau hal yang mencurigakan segera laporkan baik ke petugas maupun orang tua,” ujarnya menjelaskan.

Selain memberikan pembinaan kepada masyarakat di masing-masing wilayah pihak TNI AL juga mengadakan pembinaan terhadap anak-anak yang memiliki keistimewaan terkait dengan dunia laut dan maritime, seperti yang jago menyelam dan lain sebagainya.

“Kita bina anak-anak yang memiliki kelebihan itu, kemudian perkembangannya dipantau dan diberi kesempatan yang sama sesuai dengan keistimewaan tersebut,” kata Budi Mulyadi.

Selain mengajak anak-anak Indonesia untuk bersama-sama menjaga melestarikan laut dan lingkungan. Budi juga mengingatkan anak-anak Indonesia yang ingin menjadi TNI AL untuk mempersiapkan diri sedini mungkin.

“Adek-adek kalau memang berminat untuk menjadi TNI Angkatan Laut dengan kelebihan-kelebihan yang ada. Kemampuannya dibina, dilatih serta dipertahankan kalau perlu ditingkatkan. Harus belajar lebih giat, makan ikan, dan rajin menggosok gigi. Karena kalau giginya rusak, maka tidak akan lulus masuk tentara.” Imbuhnya.

Di sisi lain Dr. Nyoman Suyasa, Ketua Bidang Pendidikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) juga menambahkan, agar ikan lahir tumbuh dan berkembang biak dengan baik maka kewajiban masyarakat adalah untuk memelihara lingkungannya. Dengan menjaga ekosistem laut maka masyarakat pun juga bisa memanen nya setiap saat untuk memenuhi kebutuhan.

“Laut bagi ikan sama seperti rumah kita. Jadi harus bersih tidak tercemar dan tidak kotor. Oleh karena itu janganlah buang sampah ke laut supaya ikannya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu yang kecil-kecil ada yang hidup di pesisir. Tempat mencari makan mereka salah satunya di hutan mangrove. Oleh karena itu kewajiban kita tidak hanya menjaga lautnya tetapi hutan mangrovenya juga jangan ditebangin. Kalau hutan mangrove ditebang maka tidak ada makanan lagi untuk ikan sehingga ikan tidak akan dapat berkembang biak dengan baik,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, masyarakat Indonesia termasuk sahabat Sekolah Dasar harus bersyukur karena telah diberikan kekayaan laut yang luar biasa. Laut Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya dengan ribuan spesies ikan.

“Kita memiliki sumber daya alam maritim yang begitu banyak dan begitu luas, maka kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Selain menjaga ekosistem laut juga menjadikan para nelayan kita lebih memiliki intelektual yang lebih lagi. Memberikan edukasi serta pemahaman agar para nelayan bisa menghasilkan ikan yang baik dan benar serta berdaya jual tinggi, sehingga bisa mensejahterakan masyarakat melalui profesi nelayan,” pungkasnya. (Kumi Laila/Hendriyanto)