Pemantapan Program Sekolah Penggerak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memiliki tugas mewujudkan RPJMN 2020-2024. Salah satunya adalah mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian global melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Salah satu upaya untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila adalah melalui Program Sekolah Penggerak. Kemendikbudristek bersinergi dengan pemerintah daerah demi suksesnya program tersebut. Sinergi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

”Kami menyambut baik pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di daerah, sebagai bagian dari koordinasi dalam urusan pendidikan,” kata Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV, Kemendagri, Ir. Zanariah, M.Si., dalam kegiatan Pemantapan Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 Regional 2 yang digelar oleh Direktorat Sekolah Dasar di Batam, pada 28-30 Januari 2022.

Zanariah mengatakan, Program Sekolah Penggerak merupakan terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia sebagaimana target RPJMN 2020 – 2024. Peran semua pihak diperlukan agar dapat menggerakan semua satuan pendidikan untuk mandiri, kreatif dan inovatif. Sehingga dapat mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang unggul.

Pemantapan Program Sekolah Penggerak

”Kemendagri mendukung sepenuhnya Program Sekolah Penggerak. Program ini harus disambut baik oleh daerah. Karena akan memberikan kebaikan bagi daerah itu sendiri,” tegasnya.

Kemendikbudistek dan Kemendagri telah menandatangani nota kesepahaman tentang implementasi kebijakan Merdeka Belajar di daerah, yang dapat menjadi pedoman bagi daerah dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar di daerah. Program Sekolah Penggerak merupakan salah satu bagian dari kebijakan Merdeka Belajar.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP., M.Si., mengatakan pemerintah daerah punya target untuk mencapai indeks pembangunan manusia (IPM) di bidang pendidikan dan kesehatan. Kemendikbudristek siap bekerja sama dengan pemda untuk meningkatkan pendidikan di daerah masing-masing.

Pemantapan Program Sekolah Penggerak

”Oleh sebab itu dimohon ketika ada undangan rapat koordinasi dari Kemendikbudristek, dinas pendidikan jangan kirim staf. Kami harapkan yang hadir adalah kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang atau yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan. Karena apa yang sudah dikoordinasikan dengan pusat harus ditindaklanjuti di daerah,” tegas Jumeri.

Dirjen PAUD Dikdas dan Dikmen melanjutkan, hadirnya kepala dinas menjadi momen bagus untuk melakukan kerjasama antara Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah, demi kemajuan pendidikan.

“Pendidikan memiliki pengaruh yang penting dalam kesejahteraan. Oleh karena itu mari perjuangkan pendidikan yang baik bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil rapor pendidikan daerah akan diinformasikan dan didiskusikan bersama, agar daerah dapat menindaklanjuti rapor pendidikan daerah untuk menjawab kekurangan-kekurangan dan permasalahan pendidikan.

“Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen di daerah akan membicarakan dengan masing-masing pemerintah daerah, dan mendampingi daerah untuk membuat action plan pendidikan berdasarkan rapor pendidikan daerah,” ujar Jumeri.

Pemantapan Program Sekolah Penggerak

Dalam sambutannya itu, Jumeri menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala daerah yang telah menjawab permasalahan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan tepat. Jumeri menekankan bahwa PTM terbatas tidak kaku, tetapi mengikuti dinamika situasi pandemi Covid-19 yang ditetapkan melalui Instruksi Mendagri.

Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., mengingatkan kembali bahwa Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah yang sudah pernah dijalankan sebelumnya.

“Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Diawali dengan SDM yang unggul yaitu kepala sekolah dan guru,” ujar Sri Wahyuningsih.

Ia melanjutkan, gambaran akhir Sekolah Penggerak secara umum adalah hasil belajar yang mencakup literasi dan numerasi menjadi di atas level yang diharapkan. Kemudian terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Serta pembelajarannya berpusat pada murid.

Direktur Sekolah Dasar juga mengingatkan bahwa perlu kerjasama semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar Program Sekolah Penggerak ini dapat terlaksana dengan baik. (Hendriyanto)

Penulis: Hendriyanto
Editor: Lailatul Machfudhotin