Menjelang persiapan pembukaan sekolah tatap muka, pemerintah semakin intensif melakukan sosialisasi pemicuan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Ini dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Tentu saja pemahaman CTPS ini sangat perlu dilakukan dengan massif. Apalagi seperti yang sudah dicanangkan pemerintah bahwa setelah seluruh tenaga kependidikan dan guru divaksinasi, maka pemerintah daerah wajib membuka sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” kata Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbud-Ristek pada webinar Sosialisasi Panduan Pemicuan Perubahan Perilaku CTPS di Sekolah/Madrasah, Kamis, 29 April 2021.

Sri Wahyuningsih melanjutkan, pembelajaran tatap muka ditujukan bagi siswa yang telah mendapatkan izin dari orang tuanya. Sekolah yang akan melaksanakan PTM harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Diantaranya adalah sekolah harus memenuhi daftar periksa, termasuk penyiapan sarana dan prasarana di sekolah.

Tidak hanya itu, satuan pendidikan juga harus memastikan ketersediaan sarana sanitasi kebersihan mulai dari toilet yang harus bersih, berfungsi serta layak pakai. Sekolah juga harus konsen mempersiapkan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Bahkan melalui dana BOS sekolah diizinkan untuk mempersiapkan sarana cuci tangan pakai sabun. Jadi sosialisasi sarana CTPS ini harus menyeluruh di satuan pendidikan untuk menguatkan dalam rangka mendorong perubahan perilaku,” imbuh Sri Wahyuningsih.

Karena kalau tidak ada dorongan untuk melakukan perubahan perilaku, kata Direktur Sekolah Dasar, maka apapun yang dilakukan dan sebagus apapun yang direncanakan akan menjadi sia-sia. “Melalui aktivitas cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, kita dorong perubahan perilaku menjadi perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. A. Umar, MA, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama menambahkan, cuci tangan pakai sabun selain untuk kesehatan, bagi warga Madrasah sendiri cuci tangan pakai sabun ini dimaknai sebagai sesuatu yang bernilai ibadah.

“Karena syariat di Madrasah (di agama Islam) sudah jelas bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Kalau kawan-kawan mendapatkan sebuah nilai ibadah dari usaha-usaha kita dalam menjaga kesehatan, maka itu harus dilakukan dengan lebih baik,” kata Umar.

Bahkan dalam pelajaran agama, lanjutnya, yang awal diberikan kepada anak-anak Madrasah itu adalah bab tentang bersuci dimana di dalam Islam suci itu diatas bersih. “Jadi di Madrasah ini berkaitan dengan pembelajaran agama, menjaga kesehatan juga bagian daripada iman,” tuturnya.

Oleh karena itu, seruan dengan menjaga kesehatan melalui cuci tangan sebelum makan, sebelum beraktifitas lainnya sudah menjadi kewajiban warga Madrasah. “Dengan CTPS sebelum melakukan pekerjaan, dijamin dan dipastikan segala sesuatu yang masuk ke tubuh kita menjadi langkah utama kita mendapatkan akal dan jiwa yang sehat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Drg. R. Vensya Sitohang M. Epid, Direktur Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan menegaskan, menurut WHO mencuci tangan hanya dengan menggunakan air saja, dapat membunuh kuman sebanyak 10%. Tapi jika mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir itu dapat membunuh kuman sebanyak 80%.

“Artinya dari 10 kuman yang ada di tangan kita, ada 8 kuman yang akan mati. Dengan demikian semakin banyak kuman yang mati berarti risiko kuman atau bakteri yang berbahaya masuk ke dalam tubuh kita akan semakin kecil. Nah, kita jadi akan semakin terhindar dari berbagai kuman-kuman penyakit,” ujar Vensya Sitohang.

Selain itu, cuci tangan pakai sabun merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan sisa kotoran minyak atau lemak yang tertinggal di tangan. Dengan demikian tangan akan bersih dan terlindung dari bakteri maupun kuman penyebab penyakit.

“Jangan lupa tangan kita adalah salah satu anggota tubuh yang paling aktif karena hampir semua aktivitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi menggunakan tangan. Sehingga tangan harus bersih karena sangat potensial terkontaminasi kotoran dan bibit penyakit,” imbuhnya.

Vensya Sitohang menghimbau untuk selalu cuci tangan pakai sabun dan jadikan CTPS budaya sehat. Ia juga mengingatkan masyarakat khususnya di satuan pendidikan yang akan menyambut PTM agar memastikan ketersediaan sarana dan air mengalir serta sabun untuk menjaga keberlanjutan budaya sehat.

“Jadikan seluruh peserta didik menjadi natural leader dan agent of change bagi keluarga, teman dan lingkungan sekitarnya. Kita semua harus menyebarluaskan sosialisasi cuci tangan pakai sabun, murah dan mudah, serta suarakan selalu di setiap kegiatan untuk selalu cuci tangan pakai sabun itu, penting dan mudah,” Pungkasnya. (Hendriyanto)