Cerita Anak-anak Nusantara dalam Memaknai Bakti untuk Negeri

Sebagai masyarakat berbangsa dan bernegara kita tentu saja memiliki kewajiban untuk berbakti kepada negeri. Bakti kita untuk Indonesia dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Bisa melalui ilmu pengetahuan, bergotong royong membantu sesama, membuat sebuah karya, dan bersemangat dalam mencari ilmu.

Untuk mengenalkan lebih jauh mengenai bakti untuk negeri, Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek mengajak beberapa anak yang berasal dari berbagai daerah, untuk terlibat diskusi ringan yang dikemas dalam acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng Sahabat SD. Program ini tayang di channel Youtube Direktorat SD dan dapat ditonton di link berikut ini: https://youtu.be/fRtFaVYM9G4.

Eiffel Natalie Angelica Riyanto, siswi kelas 4 A SD Nasional KPS Balikpapan merupakan salah satu contoh siswi yang sudah menunjukan baktinya untuk negeri melalui prestasi, bakat dan minat.

Cerita Anak-anak Nusantara dalam Memaknai Bakti untuk Negeri

“Aku mengikuti perlombaan video kreatif tentang laut yang diadakan oleh Direktorat SD dan berhasil masuk dalam 3 besar,” ujar siswi asal Balikpapan tersebut dalam acara Ngopi.

Eiffel mengatakan, Indonesia adalah negara yang unik. Indonesia negara yang penduduknya memeluk agama berbrda-beda dan hidup rukun. Yang kedua, Indonesia mempunyai banyak pulau-pulau, mempunyai banyak suku, bahasa daerah, baju daerah, tarian, makanan dan lain-lain.

“Hal yang aku sukai dari negara kita ini adalah, hidangan laut yang gampang dan mudah didapatkan seperti ikan bakar, ikan goreng, udang goreng, kepiting dan lain-lain. Yang kedua, rumah adat banyak sekali. Rumah adat di Kalimantan Timur adalah Lamin Etam, rumah adat itu besar sekali bisa 100 orang tinggal di situ,” tuturnya.

Untuk mewujudkan baktinya kepada negeri, Eiffel mengatakan ia bercita-cita menjadi dokter anak. Agar semua anak-anak di Indonesia sehat dan mempunyai gizi yang tinggi. Harapannya untuk 10 tahun ke depan untuk Indonesia, Eiffel mengatakan pembangunan di Indonesia tetap maju dan sekolah-sekolah gratis. Supaya semua anak di Indonesia bisa cerdas dan berkarakter.

“Selain itu baktiku untuk Indonesia adalah membersihkan pantai dan laut supaya banyak wisatawan asing bisa datang ke Indonesia.  Kemudian giat belajar supaya cerdas dan bisa mencapai banyak prestasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sheva Helwa Syakira menuturkan, bakti untuk negeri yang ia lakukan saat ini sebagai seorang pelajar adalah, belajar dengan baik, mendengar nasehat orangtua dan beribadah. Sheva juga menyampaikan cita-citanya yang ingin menjadi seorang guru, mengabdi pada nusa dan bangsa.

Cerita Anak-anak Nusantara dalam Memaknai Bakti untuk Negeri

“Guru bagiku adalah profesi yang sangat mulia. Sebab menjadi sosok yang mencetak generasi unggul penerus bangsa. Agar cita-citaku menjadi guru bisa terwujud, tentu aku harus disiplin dan giat belajar. Karena menjadi guru itu tidak mudah lho. Harus cerdas dan berwawasan luas,” ujar siswi SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta itu.

Ia juga berharap untuk Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Semoga Indonesia menjadi negara yang bersatu, maju dan jaya. Selain itu Sheva juga berharap kualitas pendidikan di Indonesia terus lebih baik, sehingga menghasilkan generasi bangsa yang dapat bersaing dengan negara yang lain.

“Yang ketiga, harapan aku adalah pemerintah bisa lebih menghargai dan mendukung karya-karya dan penemuan anak bangsa. Sebagai warga negara yang baik kita pasti mengharapkan dan mendoakan yang terbaik untuk negara tercinta kita,” ujarnya.

Peserta webinar lainnya yakni Queen Risma Setya Azzahra, dari SD Al Hikmah Surabaya, juga dengan antusias menyampaikan terkait bakti untuk negeri yang ia lakukan. Yaitu dengan semangat belajar, berprestasi dan melakukan hal-hal yang positif. Seperti bersikap toleransi, dan mengamalkan karakter Pancasila.

Cerita Anak-anak Nusantara dalam Memaknai Bakti untuk Negeri

“Harapanku, 10 tahun ke depan semoga Indonesia jadi negara yang semakin maju, dan berharap kita semua menjadi generasi hebat dan pintar yang cerdas dalam memilah dan memilih informasi. Dengan begitu kita bisa mengembangkan potensi yang kita miliki dan tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Sehingga kita akan menjadi generasi handal. Dan pastinya semoga bisa segera bebas dari pandemi Covid-19. Supaya kita semua bisa ketemu tatap muka di sekolah tanpa rasa khawatir,” harap siswi kelas 5 ini. (Hendriyanto)