Bupati Polewali Mandar Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

Direktur Sekolah Dasar, Dr. Muhammad Hasbi melakukan kunjungan ke kantor Bupati Polewali Mandar pada Kamis, 28 Juli 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi dengan Bupati dan stakeholder pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka. Sebelumnya Direktur Sekolah Dasar telah berkunjung ke SD 030 Tapango Kecamatan Tapango dan berdialog dengan para guru dan kepala sekolah.

Pertemuan yang diadakan di ruang Pola, Kantor Bupati Polewali Mandar tersebut dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, Kepala Balai Guru Penggerak, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, perwakilan kepala sekolah pelaksana program Sekolah Penggerak, kepala sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka, pengawas, dan perwakilan Guru Penggerak di Kabupaten Polewali Mandar.

Direktur Sekolah Dasar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung kebijakan Kemendikbudristek. Selain untuk memberikan apresiasi, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendapatkan aspirasi dan masukan dari pemangku kepentingan terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

Bupati Polewali Mandar Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas dukungan yang diberikan kepada Kemendikbudristek dalam upaya untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan yang telah diluncurkan selama Mas Nadiem menjabat sebagai Mendikbudristek. Sampai saat ini tercatat ada 21 kebijakan merdeka belajar dalam rangka memastikan bahwa kita mengupayakan meningkatnya kualitas pendidikan dari waktu ke waktu,” papar Dr. Muhammad Hasbi.

Ia menjelaskan latar belakang terkait diluncurkannya Merdeka Belajar episode 15, yaitu Kurikulum Merdeka dan platform Merdeka Mengajar. Dari 31% satuan pendidikan yang mengadopsi kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19, terdapat perbaikan yang sangat signifikan. Satuan Pendidikan yang mengadopsi kurikulum K13 di masa pandemi, learning loss mencapai 5 atau 6 bulan pembelajaran, sementara untuk mereka yang mengadopsi kurikulum darurat, learning loss hanya 1 atau 2 bulan pembelajaran.

”Data inilah yang kemudian memotivasi kita untuk terus melakukan perbaikan agar kurikulum ini dapat terus menjadi tools bagi pemulihan pembelajaran yang sedang kita perbaiki saat ini. Oleh karena itu, Kemendikbudristek melalui skema kebijakan Merdeka Belajar meluncurkan kebijakan yang disebut kebijakan Kurikulum Merdeka,” kata Direktur Sekolah Dasar.

Kunjungan Kerja Direktur Sekolah Dasar ke Polewali Mandar

Implementasi Kurikulum Merdeka tidak bermaksud mengganti semua kurikulum yang ada, tetapi memberikan alternatif bagi satuan Pendidikan. Kemendikbudristek ingin menjamin kemerdekaan satuan pendidikan agar dapat memilih kurikulum sesuai dengan kemampuan masing-masing satuan pendidikan.  Kemendikbudristek memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk memilih di tahap mana mereka akan mengadopsi Kurikulum Merdeka. Mereka boleh melanjutkan kurikulum K13, kurikulum darurat ataupun mengadopsi Kurikulum Merdeka. Ketika satuan pendidikan mengadopsi Kurikulum Merdeka, mereka boleh memilih salah satu dari tiga pilihan yaitu mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi.

“Pilihan ini bukanlah kastanisasi kemampuan sekolah. Pilihan kedua tidak lebih baik dari pilihan kesatu, pilihan ketiga tidak lebih baik dari pilihan kedua. Pilihan-pilihan ini tujuannya agar sekolah dapat memilih sesuai dengan kondisi dan kesiapan masing-masing,” tegas Dr. Muhammad Hasbi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar, H. Andi Ibrahim Masdar menyatakan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Menurutnya dalam Kurikulum Merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

”Saya sangat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pembelajaran di Kurikulum Merdeka berfokus pada peserta didik, berdasarkan tingkat kemampuan mereka, bukan pada pada tingkatan kelas,” katanya.

Andi Ibrahim juga berpesan kepada semua guru, kepala sekolah dan pengawas yang hadir tetap semangat dalam melakukan pengabdian, ikhlas dan tulus dalam mendidik generasi bangsa. Bupati juga berpesan agar para guru meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru serta melakukan inovasi untuk menjadikan pendidikan yang lebih baik dan menciptakan SDM unggul di Indonesia. (*)