FLS2N, Tangerang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku merinding ketika bersama-sama dengan para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza pada acara Malam Keakraban dan Penganugerahan Juara Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Dasar (SD) Tahun 2019 di Ballroom Hotel Allium Tangerang Provinsi Banten, Jumat malam (20/9/2019).

Ia mengatakan bahwa suara para peserta yang lantang dan keras ini sangat menggugah hati. Tak lupa juga ia memberikan apresiasi kepada para guru yang telah konsisten mensosialisasikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza di sekolah masing-masing.

“Tadi waktu menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza, saya merinding luar biasa. Kenapa? Karena justru suara yang paling dominan adalah suara anak-anak kita semua. Lantang dan keras, itu yang membuat saya merinding. Artinya sosialisasi lagu Indonesia Raya 3 stanza di seluruh sekolah telah berhasil dilakukan. Terima kasih kepada seluruh guru yang telah konsisten melaksanakan itu,” ucap Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir tentang manajemen talenta yang menjadi isi dalam pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada saat  17 Agustus 2019 kemarin. Ia mengatakan bahwa Indonesia perlu sistem manajemen talenta muda yang berfungsi mengarahkan para peserta ini untuk maju dan berkembang untuk Indonesia di masa yang akan datang.

“Bapak Presiden dalam pidato kenegaraan pada tanggal 17 Agustus 2019, menyatakan Indonesia perlu manajemen talenta. Hari ini, malam ini, saya melihat tidak kurang dari 200 anak yang memiliki talenta itu. Pesan saya kepada para guru, pendamping dan dewan juri, jangan disia-siakan anak-anak yang mempunyai talenta ini. Karena masa depan ada di tangan mereka yang mempunyai talenta ini,” ucapnya.

“Ketika kita memasuki era digital, revolusi industri 4.0, maka pekerjaan yang sifatnya repetitif, berulang-ulang yang sifatnya hafalan akan diambil oleh robot cerdas, mesin cerdas, bahkan oleh kota cerdas. Yang tidak bisa diambil adalah pekerjaan kreatif. Dan pekerjaan kreatif hanya ada di tangan mereka yang mempunyai talenta. Dan inilah masa depan Indonesia, jika kita bisa mengelola memanajemen anak-anak bertalenta ini,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan bahwa ini bukanlah hal yang main-main. Semua lapisan harus mempersiapkan hal tersebut.

“Ini bukan main-main, kalau kita betul-betul bisa menyiapkan anak-anak ini yang bertalenta di semua bidang termasuk bidang seni, saya kira Indonesia bisa menjadi negara yang mengungguli bangsa-bangsa lain,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia juga sedang memikirkan seperti apa manajemen talenta yang akan digulirkan nantinya.

“Saya juga sedang memikirkan seperti apa manajemen talenta muda yang akan digagas atau digulirkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini. Bagaimana mengelola talenta-talenta muda betul-betul menjadi kekuatan yang bisa mempengaruhi pembangunan kita, mempengaruhi masa depan bangsa,” tutupnya seraya menutup kegiatan FLS2N SD tahun 2019 ini.

Berita Terkait 1

Sentuhan Hati dan Fokus Kunci Jawa Tengah Lolos 15 Besar di Lomba Seni Tari FLS2N

Latihan terus menerus untuk memberikan tampilan yang terbaik pada lomba Seni Tari FLS2N

Kota Waringin Lama Siapkan Utusan ke FLS2N

Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 2 Kotawaringin Hilir (Kohil) jalan Ampi RT 5 Kohil itu, memperlombakan empat cabang, yakni lomba menyanyi, menari, pantomim dan cerita bergambar.

Si kembar Penari Dari Kalbar

Menjadi juara di tingkat kecamatan, kotamadya , Propinsi dan akhirnya mencapai event FLS2N di Manado Tahun Anggaran 2016

FLS2N Wadah Kreasi dan Inovasi Peserta Didik

Ajang ini juga diharapkan para praktisi pendidikan di daerah tetap semangat memelihara proses pendidikan khususnya di bidang seni.

Provinsi Banten Siap Ukir Prestasi di FLS2N-SD

Rasa optimis ini dibarengi dengan kerja keras dan upaya sungguh-sungguh.

Merajut Persaudaraan Makna Penting dari FLS2N

Jangan mengejar juara saja. Merajut persaudaraan lebih utama.